Pengertian Keyword Stuffing & Bahayanya Bagi SEO

Pengertian Keyword Stuffing & Bahayanya Bagi SEO

Pengertian Keyword Stuffing & Bahayanya Bagi SEO

What Is Keyword Stuffing and How Can It Kill Your Business? | BackLinks.comJogja One Solution – Salah satu kesalahan terbesar SEO content writer dalam membuat artikel adalah melakukan keyword stuffing. Secara sadar atau tidak, praktik keyword stuffing justru bisa merusak tatanan SEO kamu. Dengan begitu, bukannya berhasil mendapatkan ranking bagus di Google, artikelmu malah tidak enak dibaca oleh manusia. Berikut ini pengertian keyword stuffing & bahayanya bagi SEO. Yuk simak penjelasnnya.

 

 

 

 

 

Apa itu Keyword Stuffing?

Keyword stuffing adalah memasukan keyword secara berlebihan ke dalam suatu artikel. Jadi jika dicek, pada artikel ditemui banyak keyword yang sengaja diselipkan agar terindeks oleh mesin pencari Google. Memang Google dalam melakukan indexing caranya dengan mencari kata kunci yang sesuai dengan apa yang dicari pengguna.

Tetapi untuk sekarang ini Google akan memberikan nilai buruk kepada artikel yang memiliki keyword tidak wajar. Artikel-artikel seperti ini akan sulit dalam merangking halaman pertama Google, artinya konten yang dibuat memiliki kualitas rendah dan tidak bermanfaat bagi pengguna. Jadi keyword stuffing tidak direkomendasikan untuk diaplikasikan sekarang ini.

Ciri-ciri Keyword Stuffing 

Ada beberapa ciri-ciri yang bisa Anda jadikan patokan untuk mengenali keyword stuffing pada konten website:

  • dijumpai kata-kata yang tidak nyambung dengan kalimat
  • ditemui kata-kata diluar konteks pada kalimat
  •  tidak relevan dalam kalimat
  • mengandung keyword pada artikel
  • Artikel saat dibaca kurang enak terkesan memaksa

Keyword density

riset keyword

Dalam perhitungannya, ada prosentase yang direkomendasikan untuk density keyword yang aman untuk optimasi SEO. Keyword density adalah persentase jumlah kata kunci yang muncul pada artikel. Normalnya untuk keyword density 2% saja dari keseluruhan artikel. Contoh saja dalam 500 kata jika kita menggunakan asumsi 1% maka hanya ada 5 keyword perulangan saja. Agar aman dan terhindar dari density keyword yang berlebihan, Anda bisa menggunakan keyword LSI (Latent Semantic Indexing). Tetapi perlu diingat gunakan sewajarnya saja jangan sampai terdeteksi stuffing keyword.

Contoh keyword stuffing

Nah agar lebih jelasnya berikut kami berikan contoh stuffing keyword “rental mobil jogja” .

“Bagi Anda yang sedang berencana wisata ke Jogja, kami memiliki rekomendasi rental mobil jogja terbaik dengan harga yang murah. Memang ada banyak rental mobil jogja yang bisa Anda pilih, tetap rental mobil jogja tersebut belum tentu memiliki pelayanan yang baik. Maka dari itu Anda perlu berhati-hati dalam memilih rental mobil di Jogja.”

Bahaya Keyword Stuffing untuk SEO

Ada beberapa alasan kenapa keyword stuffing berbahaya untuk SEO :

  • Website Anda akan dianggap SPAM oleh Google karena terdapat banyak keyword yang ada pada artikel.
  • Ranking website Anda akan turun dari SERP (Search Engine Result Page) sehingga susah ditemukan oleh pengguna internet.
  • Menjadikan pengalaman pembaca buruk sehingga pengunjung website tidak akan mau berkunjung kembali ke website.
  • Angka bounce rate meningkat.
  • Jika sudah parah, website bisa deindex sehingga hilang dari halaman pencarian Google.

Cara Optimasi Kata Kunci yang benar

Setelah Anda mengetahui bahaya dari stuffing keyword untuk SEO website, Anda perlu melakukan optimasi website dengan benar sesuai dengan kaidah SEO. Anda bisa membacanya pada artikel tentang Search Engine Optimization Starter Guide milik Google, silahkan Anda pelajari semuanya.

Nah berikut ini kami sampaikan cara optimasi kata kunci yang benar dan sesuai dengan peraturan Google sekarang:

a.   Tetapkan kata kunci utama

Cara Riset Keyword

Saat akan menulis konten, Anda perlu menentukan keyword utamanya terlebih dahulu yang akan ditargetkan. Setelah itu Anda bisa melanjutkan dengan membuat kerangka artikel dan membuat mapping keyword, pastikan peletakan keywordnya merata pada setiap paragraf.

b.  Selalu tulis artikel lebih dari 500 kata

Rekomendasi untuk panjang artikel minimal agar bisa bersaing pada mesin pencarian Google adalah 500 kata. Anda juga bisa membuat standar panjang artikel yang lebih tinggi, tetapi dengan catatan artikel harus berkualitas.

Tujuannya agar saat google mengindeks artikel, pembahasannya bisa relevan dan lengkap sehingga bermanfaat untuk pembaca. Buatlah konten yang berbobot dengan sumber yang jelas agar optimasi On Page SEO website menjadi lebih bagus.

c.  Cek density keyword

Rekomendasi density keyword maksimal adalah 2%, jadi Anda perlu menghitung kembali agar tidak terjadi keyword stuffing.

d.  Gunakan keyword turunan

Tambahkan keyword turunan, LSI (Latent Semantic Indexing) dan sinonim kata kunci utama pada artikel agar Anda bisa merangking keyword-keyword lain yang masih relevan dengan keyword utama.

e.  Distribusi keyword

Agar tidak terlihat stuffing keyword, Anda perlu mendistribusikan keyword secara merata pada artikel website. Pastikan pembahasannya masih nyambung dengan keyword yang ditarget jangan sampai dipaksakan.

Nah demikian pembahasan mengenai keyword stuffing dan bahayanya bagi SEO. Untuk Anda yang saat ini masih menerapkan keyword stuffing mending segera ditinggalkan dan menggantinya dengan teknik SEO yang benar sesuai dengan rekomendasi Google.

JOGJA ONE SOLUTION – Kami hadir memberi solusi untuk kebutuhan media promosi bisnis atau usaha Anda. Grafik order dan omzet meningkat. Dapatkan website murah, desain menarik, kompleks, dan full maintenance dengan harga yang terjangkau KLIK DISINI. Atau hubungi kami di Telp (0274) 5017127 | WA : 0888 0289 8802


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat