Mengurangi resiko gagal Dalam Usaha

Mengurangi resiko gagal Dalam Usaha
by

Akhir-akhir ini masyarakat Indonesia muali berubah secara perlahan dari mental sebagai karyawan menjadi entrepreneur. Mengapa? Ini karena kesempatan untuk membuka usaha semakin terbuka lebar. Namun menjadi seorang entrepreneur sukses merupakan pilihan berani, karena tidak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak hal yang perlu dipahami, termasuk menata ulang kerangka pikir, bahwa menjadi seorang entrepreneur tidak selalu untun, aka nada masa menuai kerugian. Di awal perjalanan pasti tidak mulus, hambatan dan kerikil tajam senantiasa mewarnai gerak kita. Namun semua itu harus diteria dengan ikhlas, semangat dan tetap berdedikasi untuk tak mudah menyerah.

Berikut adalah beberapa kiat untuk mengurangi resiko gagal dalam mengelola suatu usaha berdasarkan pengalaman pribadi seorang entrepreneur.

1. Jangan pernah takut untuk memulai suatu usaha (Take action and do it now)
Jangan pernah takut untuk bermimpi, karena semua berawal dari mimpi lalu diubah menjadi keinginan dan akhirnya berujung pada target. Yang dimaksud adalah apabila anda mempunyai keinginan untuk membuka usaha, janganlah takut untuk memulainya.

2. Bikin action plan
sebelum memulai usaha, buatlah perencanaan awal mengenai usaha apa yang akan anda jalankan. Alangkah baiknya apabila usaha anda sesuai dengan passion atau hobi. Lakukan survey terlebih dahulu, mencari ide bisnis dapat dilakukan dengan membaca majalah wirausaha, mengikuti milis-milis wirausaha, seminar maupun komunitas wirausaha. Kemudian setelah membuat action plan lanjutkan membikin study kelayakan bisnis (SKB) sesuai dengan tingkatan usaha anda. Dari situ bisa dianalisa segala aspek mulai dari aspek keuangan, aspek pemasaran, aspek manajemen dll

3. Jadikan hambatan sebagai tantangan
Seperti yang telah disampaikan diatas, pada awal perjalanan sebagai entrepreneur hambatan-hambatan akan berdatangan silih berganti dari berbagai sisi. Misalkan ada hambatan kecil mengenai pemasaran dan pasokan bahan baku. Namun hal itu tidak boleh dibiarkan berlama-lama menjadi penghambat. Pola pikir kita sebaiknya dirubah dari hambatan menjadi sebuah tantangan. Karena tantangan dan peluang itu bedanya sangat tipis dalam mencapai keberhasilan.

4. Jangan takut rugi
Dalam perjalanan sebagai entrepreneur untung maupun rugi adalah hal yang lumrah. Dalam artian kita jangan hanya siap dengan kondisi “untung” atau memperoleh laba kita juga harus siap dengan kondisi “rugi”. Anggap saja bahwa rugi itu adalah proses pembelajaran bagi kita untuk meraih kesuksesan.

5. Evaluasi berkala
Lakukan evaluasi secara berkala. Untuk mengetahui apakah usaha yang dilakukan sudah berada pada track yang benar, perlu dilakukan evaluasi. Dalam tahap awal intervalnya bisa harian dan mingguan, setelah tahap pengembangan bisa secara berkala. Dari evaluasi akan terlihat apakah system sudah berjalan dengan baik. Apabila kita menemukan titik lemah, segera perbaiki. Misalkan : mengapa omzet penjualan tidak mengalami peningkatan, salah satu factor yang bisa mempengaruhi adalah lokasi. Sehingga dengan evaluasi yang berkala kita bisa dapat meminimalisir kekurangan dari system.

6. Optimis, inovatif dan open minded terhadap segala perubahan
Optimis bahwa usaha yang kita lakukan akan berhasil, dan apabila mengalai kegagalan yakinlah bahwa itu bukan akhir dari segalanya, tetapi awal dari suatu kesuksesann. Inovasi dan kreasi merupakan kunci utama, perbanyak kebiasaan untuk menciptakan ide-ide baru. Teruslah memacu kreatifitas bisnis agar selalu menampilkan sesuatu yang baru dan inovatif. Entrepreneur yang sukses adalah entrepreneur yang terbiasa dengan perubahan. Sense around you, rasakanlah sekelilingmu perbanyak energi positif. Dan janganlah taku dengan perubahan.

7. Be creative entrepreneur
Jadilah entrepreneur yang smart dan berwawasan luas, entrepreneur harus berpikir “out of the box” dan memiliki ide yang unik agar tidak udah ditiru.

8. Katakan pada diri anda sendiri “Saya bisa dan yakin SUKSES dan BERHASIL”
Hal terakhir menanamkansugesti pada diri sendiri, bahwa usaha yang dijalankan diyakini bakal sukses dan berhasil. Fokus pada keberhasilan, jangan focus pada resiko yang akan terjadi. Setip usaha pasti mempunyai resiko. Anggap saja resiko-resiko yang ada akan membuat anda semakin dekat untuk meraih kesuksesan.. jika sudah yakin, pakai kacmata kuda menuju sukses.

Bahwa akan ada anggapan mengenai entrepreneur muda itu minim pengalaman dan ilmu. Tetapi jangan salah, dibalik kekurangan itu mereka menyimpan potensi dan memiliki semangat pantang menyerah yang luar biasa yang bisa mengantarkan mereka ke puncak kesuksesan.


Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat