Mengenal Social Engineering Beserta Cara Mengatasinya

Mengenal Social Engineering Beserta Cara Mengatasinya

Metode-metode yang Digunakan dalam Serangan Social EngineeringJogja One Solution – Hal yang pertama adalah kalian harus tahu dulu apa itu Social Engineering, Menurut Wikipedia sendiri Social Engineering adalah manipulasi psikologis dari seseorang dalam melakukan aksi atau menguak suatu informasi rahasia. Social Engineering umumnya dilakukan melalui telepon atau Internet. Social engineering merupakan salah satu metode yang digunakan oleh hacker untuk memperoleh informasi tentang targetnya, dengan cara meminta informasi itu langsung kepada korban atau pihak lain yang mempunyai informasi itu. Kita perlu mengenl social engineering beserta cara mengatasinya.

 

 

Mengenal Social Engineering Beserta Cara Mengatasinya

Pengertian social engineering adalah tindak kejahatan yang dilakukan dengan memanipulasi korban. Social engineering menjadi taktik di balik beberapa serangan hacker paling terkenal. Hal ini biasanya merupakan akar dari penipuan spam, phishing, dan penipuan lainnya yang disebarkan melalui email.

Tujuan dari serangan social engineering pada dasarnya adalah untuk mendapatkan kepercayaan korban untuk mencuri data, informasi, dan uang. Insiden social engineering seringkali juga melibatkan penggunaan malware, seperti ransomware dan trojan.

Secara umum, social engineering melibatkan komunikasi yang memunculkan urgensi, ketakutan, atau emosi serupa dalam diri korban. Hal ini guna mengarahkan korban untuk segera mengungkapkan informasi sensitif, mengklik tautan jahat, atau membuka file jahat.

Karena social engineering melibatkan unsur manusia, cara mencegah serangan-serangan ini bisa jadi sangat menyulitkan individu perusahaan. Anda perlu menggunakan keamanan berlapis untuk melindungi data-data penting Anda.

Apa Itu Social Engineering?

social engineering adalah

Dalam menjalankan aksinya, orang-orang dalam golongan ini akan memanipulasi target untuk mengekspos data pribadi mereka. Serangan dapat terjadi secara online, tatap muka, dan melalui interaksi lainnya. Mereka juga tidak segan menyebarkan malware atau memberikan akses ke sistem terbatas.

Keberhasilan teknik social engineering tergantung pada kemampuan penyerang untuk memanipulasi korban untuk melakukan tindakan tertentu. Saat ini, social engineering diakui sebagai salah satu ancaman keamanan terbesar yang dihadapi banyak organisasi.

Social engineering berbeda dari peretasan biasa. Dalam arti bahwa serangan social engineering dapat bersifat non-teknis dan tidak harus melibatkan eksploitasi perangkat lunak atau sistem. Ketika berhasil, penyerang akan mendapatkan akses yang sah ke informasi rahasia.

Secara umum, social engineering memiliki dua tujuan:

  • Sabotase: Mengeksploitasi dan merusak data yang menyebabkan suatu data hilang.
  • Pencurian: Mendapatkan barang berharga seperti informasi, akses pribadi, atau uang.

Kasus-kasus social engineering yang tercantum di bawah ini akan memberi Anda gambaran tentang bagaimana serangan ini bekerja. Anda akan diberikan gambaran juga betapa berbahayanya social engineering bagi perusahaan, individu, dan pemerintah.

Contoh Social Engineering Attack

social engineering attck

Social engineering yang sudah dilakukan atau sudah terjadi dinamakan social engineering attack. Social engineering attack ada banyak sekali macamnya.

Berikut contoh social engineering yang kerap terjadi:

  • Phishing: Taktik manipulasi dan penipuan melalui email, situs web, dan pesan teks untuk mencuri informasi. Anda bisa membaca artikel tentang phising pada halaman berikut ini: Apa Itu Web Phising? Inilah Cara Kerja dan Tips Menghindarinya
  • Spear Phishing: email digunakan untuk melakukan serangan yang ditargetkan terhadap individu atau bisnis.
  • Baiting: Serangan social engineering online dan fisik yang menjanjikan korban sebuah hadiah.
  • Malware: Perangkat lunak korban akan dikirim malware dan memaksa korban untuk membayar. Jika mereka membayar, malware tersebut akan dihapus. Baca juga: Cara Mudah Menghilangkan Malware Pada Website
  • Pretexting: Menggunakan identitas palsu untuk menipu korban agar memberikan informasi rahasia.
  • Vishing: Pengiriman pesan suara mendesak dan meyakinkan korban bahwa target perlu melakukan sesuatu hal untuk melindungi diri agar terhindar dari masalah.

Penjahat dunia maya yang cerdas tahu bahwa rekayasa sosial berfungsi paling baik ketika berfokus pada emosi manusia.

Mengambil keuntungan dari emosi manusia jauh lebih mudah daripada meretas jaringan atau mencari celah keamanan sebuah sistem dan menerobosnya.

JOGJA ONE SOLUTION – Kami hadir memberi solusi untuk kebutuhan media promosi bisnis atau usaha Anda. Grafik order dan omzet meningkat. Dapatkan website murah, desain menarik, kompleks, dan full maintenance dengan harga yang terjangkau KLIK DISINI. Atau hubungi kami di Telp (0274) 5017127 | WA : 0888 0289 8802


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat