Kenapa Website Kamu Lambat? Cek Cara Mempercepat Website

Kenapa Website Kamu Lambat? Cek Cara Mempercepat Website

Solusi Jika Website Lambat Diakses - BorobudurNewsJogja One Solution – Apakah Anda sedang bingung karena website Anda lambat? Anda tidak sendirian. Beberapa pemilik website mengeluhkan kendala yang sama dan berusaha mencari penyebab website lambat diakses. Kenapa website kamu lambat? cek sekarang juga cara mempercepat website.

Cara mempercepat website:

  1. Ketahui apa yang menjadi penyebab website kamu lambat.
  2. Atur skala gambar pada website. Skala gambar yang tidak sesuai akan memperlambat loading website.
  3. Optimasi gambar.
  4. Menggunakan tema dan plugin dengan efektif, tidak perlu berlebihan.
  5. Gunakan provider hosting terbaik.
  6. Selalu perbarui CMS yang kamu gunakan.

Kenapa Website Saya Lambat?

Tentu saja, tidak ada yang suka dengan website lelet. Berdasarkan penelitian dari Unbounce, seorang pengguna hanya akan menunggu selama tiga detik untuk menunggu loading website. Berarti kamu perlu mengatur website-mu sedemikian rupa agar ketika diklik, website-mu dapat lebih cepat dari 3 detik. Penelitian ini sejalan dengan Google yang merekomendasikan agar loading website tak lebih dari 5 detik.

Berikut ini adalah beberapa penyebab website lelet yang mungkin menjadi penyebab website-mu masih lambat ketika diakses.

1. Gambar tidak teroptimasi

Melampirkan gambar pada halaman website atau pada konten di blog dapat mempermudah pengunjung mencerna informasi yang kamu berikan. Oleh karena itu, kamu perlu memastikan bahwa kamu menggunakan gambar yang tepat dengan kualitas baik. Namun, gambar bisa menjadi masalah jika tidak teroptimasi. Alhasil, pengunjungmu harus menunggu lama untuk melihat gambar yang dilampirkan.

2. Tidak mengatur skala gambar

Tak berbeda jauh dengan mengoptimasi ukuran gambar, mengatur skala gambar juga perlu kamu lakukan untuk meningkatkan kecepatan loading website. Misalnya, jika format gambar pada website kamu berukuran 500px x 500px, namun kamu mencantumkan gambar dengan ukuran 1080px x 1080px tentunya hal ini akan membuat loading website kamu lebih lambat. Website kamu harus bekerja extra untuk mengatur ulang kembali skala gambar yang sesuai setiap kali website di-load.

3. Tidak menggunakan plugin caching

Cache berfungsi untuk menyimpan gambar, tulisan, dan flash file yang pernah kamu di sebuah website. Sebagai pemilik website, kamu bertanggung jawab untuk memastikan bahwa website-mu tetap cepat diakses. Perhatikan baik-baik, karena kamu akan mengetahui tentang plugin di topik cara mempercepat website di bawah ini.

4. Tidak meminify JSS Script

Jika tidak memahami coding, kamu harus tahu bahwa setidaknya ada tiga jenis kode yang digunakan untuk membangun sebuah website, yaitu HTML, CSS, dan JSS. Salah satu jenis kode, yakni JavaScript Style Sheets (JSS), berguna untuk mengaktifkan fungsi script struktur dari HTML dan desain layout dari CSS. Jika kamu tidak menyederhanakan JSS Script, maka hal ini juga bisa menjadi masalah pada kecepatan website-mu.

5. Terlalu banyak menggunakan plugin

Plugin adalah instrumen penting yang bisa mengoptimalkan kinerja dan tampilan website-mu. Namun, perhatikan juga kuantitas plugin yang kamu gunakan di website. Google seringkali tidak memberikan peringkat yang cukup baik bagi website yang terlalu banyak menggunakan plugin karena dianggap spam dan tidak aman. Selain itu, menggunakan dua plugin dengan fungsi yang sama tidak akan membuatnya menjadi efektif, malah akan merusak fungsi utama dari plugin tersebut.

6. Server dan hosting yang bermasalah

Tak hanya dari pengaturan internal website-mu, tapi website yang lelet juga bisa disebabkan oleh penggunaan server atau hosting yang kurang tepat. Pahami apa itu hosting, manfaat, dan jenisnya dari artikel “Apakah Hosting adalah Faktor Penting Untukmu?”. Salah satu yang disebutkan dalam artikel tersebut adalah cloud hosting yang berbasis internet, jenis hosting paling cepat dan aman yang disediakan oleh Dewaweb. Dewaweb sebagai penyedia layanan hosting terbaik Indonesia menyediakan cloud hosting dengan teknologi terbaru untuk kecepatan website kamu yang maksimal.

7. Terlalu banyak widgets dalam satu halaman website

Demi menunjang tampilan menarik yang enak dilihat, kamu memang perlu menggunakan tema. Tapi, tak hanya tampilan, tema yang kamu gunakan juga harus responsif dan tidak berlebihan. Misalnya, kamu tak perlu menggunakan dua hingga tiga slider dalam satu halaman, atau menaruh menu sekaligus extra toolbar di halaman utama, karena itu hanya memperlambat kecepatan website-mu.

8. Menggunakan CMS versi lama

Content Management System alias CMS adalah wadah yang kamu gunakan untuk mengelola konten. Tergantung jenis website, ada beberapa jenis CMS yang sering digunakan, salah satu yang terkenal adalah WordPress. Saat ini, WordPress sudah menggunakan versi bernama Gutenberg untuk mengelola konten. Jika kamu masih menggunakan versi lama (Classic Editor), kamu tak hanya melewatkan pembaruan dari WordPress, tapi sayangnya support untuk CMS WordPress versi Classic Editor akan berhenti di akhir 2021.

Kerugian Website Lelet

Jika penyebab website lelet saja belum dapat meyakinkanmu mengapa kamu harus mengetahui cara mempercepat website, berikut ini ada beberapa kerugian yang cepat atau lambat akan menimpa website yang lelet.

a. Kurang disukai oleh Google

Google menyampaikan beberapa kualifikasi agar sebuah website dapat dianggap kredibel, salah satunya adalah kecepatan website. Jika website-mu tidak disukai oleh Google, ini akan mengarah pada kerugian selanjutnya.

b. Sulit menaikkan ranking

Ya, sulit menaikkan ranking. Pasalnya, Google melakukan tiga langkah ketika menganalisis sebuah website, yaitu crawlingindexing, lalu ranking. Kalau website-mu tidak memenuhi salah satu kualifikasinya, Google akan menempatkan website-mu di peringkat yang rendah.

c. Traffic rendah

Website yang lelet tak hanya mendapat peringkat rendah dari Google. Tapi, coba posisikan dirimu sebagai pengunjung yang harus menunggu beberapa detik (bahkan menit) hanya untuk membuka satu halaman website, membosankan ‘kan? Tak hanya mendapat traffic yang rendah, website lelet juga dapat menaikkan bounce rate yang sangat tidak bagus untuk website-mu.

d. Conversion rate/pendapatan menurun

Jika hal ini terjadi, berarti website-mu yang lelet sudah mulai memengaruhi faktor eksternal website. Artinya, jika tak ada orang yang mengunjungi website-mu, berarti exposure atau awareness yang kamu tuju di website tidak membuahkan hasil. Akhirnya, para pengunjung yang berpotensi menjadi pelanggan akan merasa enggan dan segera meninggalkan website (berdampak lagi pada peningkatan nilai bounce rate).

Cara Mempercepat Website

Setelah mengetahui kecepatan website-mu, penyebab website lelet hingga kerugian yang akan kamu alami, inilah waktunya untuk mengantisipasi dengan mengetahui cara mempercepat website. Berikut ini adalah cara yang bisa kamu terapkan.

1. Optimasi Gambar

Cara mempercepat website pertama adalah dengan kompres dan mengatur skala gambar.

– Kompres Gambar

Hasil uji kecepatan optimize images di gtmetrix.com

Gambar di atas merupakan contoh hasil uji kecepatan di gtmetrix.com yang buruk. Solusinya kamu bisa meng-compress gambar sebelum diunggah ke artikel. Gunakan tools gratis yang tersedia di beberapa platform seperti TinyPNGpicresize.com, dan lain-lain.

– Atur Skala Gambar dengan tepat

Contoh hasil uji kecepatan scaled images di gtmetrix.com

Gambar di atas merupakan contoh hasil uji kecepatan dengan hasil served scaled images yang buruk. Solusinya kamu harus me-resize ukuran gambarmu. Kamu bisa menggunakan beberapa tools seperti yang sudah dicantumkan di atas atau fitur edit foto yang dimiliki oleh WordPress. Berikut adalah caranya:

    1. Pilih “Media” pada menu di halaman utama WordPress Admin. Selanjutnya kamu akan diarahkan ke kumpulan gambar yang pernah kamu unggah. Pilih foto yang hendak diperkecil.cara mempercepat website 1
    2. Di sebelah kanan atas adalah informasi terkait gambar yang ditampilkan. Pada contoh ini, ukuran asli gambar adalah 1 MB dengan dimensi 1440×697. Klik “Edit Image”.cara mempercepat website 2
    3. Ubah angka dimensi di kanan atas, lalu klik “Scale”. Kita mengubah angka 1440×697 menjadi 600×290 (ukuran berikut hanya contoh, kamu harus sesuaikan sendiri ukurang yang sesuai dengan website-mu. Cek rekomendasi dari gtmerix.com). Setelah itu, jangan lupa klik tombol “Save” yang berada di bawah gambar.cara mempercepat website 3
    4. Selesai. Jika dilakukan dengan benar, sekarang ukuran gambar dalam artikelmu seharusnya sudah semakin kecil.cara mempercepat website 4
  • Otomatis

    Cara otomatis ini dapat sangat membantumu mengoptimasi gambar. Tapi sebelumnya, pastikan website-mu sudah menggunakan plugin LiteSpeed Cache yang sudah teraktivasi. Disebut otomatis karena kamu hanya perlu mengirimkan satu kali permintaan optimasi gambar ke pusat. Setelah itu, gambar yang ada pada website-mu sudah teroptimasi secara otomatis. Begini caranya:

  1. Di halaman dashboard WP Admin, arahkan kursor ke menu LiteSpeed Cache, lalu pilih Image Optimization.cara mempercepat website 5
  2. Klik “Send Optimization Request” lalu kamu hanya perlu menunggu hingga gambar pada website-mu selesai dioptimasi.cara mempercepat website 6
  3. Ini adalah tampilan laporan yang bisa kamu cek setelah gambar pada website-mu sudah teroptimasi. Jika kamu ingin mempercepat proses optimisasi, kamu bisa mengambil sendiri hasil gambarmu dengan mengklik “Pull Images” seperti pada gambar.cara mempercepat website 7
  1. Menggunakan plugin secara efektif

    Menggunakan plugin adalah cara mempercepat website yang mudah tanpa harus menguasai coding. Fungsinya adalah untuk meningkatkan kinerja website. Ada berbagai jenis plugin berbeda dengan tujuan yang sama. Oleh karena itu, kamu harus pintar-pintar memilih plugin mana yang paling tepat. Misalnya beberapa plugin penting ini:

  • LiteSpeed Cache untuk manajemen caching secara mendalam dengan website dengan CMS WordPress sehingga website-mu menjadi cepat.
  • Yoast SEO yang berisi analisis kata kunci, struktur penulisan artikel, serta penggunaan kata di judul dan sub judul artikelmu agar lebih mudah dipahami Google.
  • Jetpack yang berisi fitur untuk menunjang performa website-mu, beberapa fitur utamanya adalah pemonitoran down time, pengecekan statistik website, serta penambahan komentar dan subscription yang mudah.
  • Elegant Themes tak hanya menyediakan tema Divi yang mudah diatur, tapi juga bisa menampilkan menu sharing sehingga para pembaca artikel di website-mu bisa membagikannya ke media sosial melalui Monarch Social Sharing. Dapatkan dan klaim plugin ini gratis dari Dewaweb jika kamu memiliki paket cloud hosting Warrior ke atas.
  • Akismet yang berfungsi untuk menghapus komentar-komentar spam yang biasanya bersarang di artikelmu hingga website-mu juga dianggap spam oleh Google.
  1. Tidak menggunakan plugin secara berlebihan

    Di poin sebelumnya kamu sudah tau bahwa kamu harus pintar-pintar memilih plugin. Namun, bukan berarti kamu menggunakan berbagai plugin dengan satu tujuan yang sama. Contohnya menggunakan plugin Loginizer yang berguna untuk mencegah brute force sekaligus menggunakan plugin Jetpack dengan fungsi yang sama. Jika kamu masih melakukan hal seperti ini, lebih baik pilih salah satu saja dari keduanya.

  2. Kurangi aksesoris tema dan widget berlebih

    Tentunya, kamu ingin pengunjung menikmati desain website yang kamu tampilkan. Namun, selain penggunaan tema, perhatikan juga menu atau widget lain yang kamu sematkan di halaman website, seperti slider atau galeri. Jika ingin menambahkan newsletter subscription, sebaiknya jangan lampirkan di halaman utama, namun tempatkan di bagian bawah atau samping artikel yang kamu buat. Buatlah tampilan website-mu seefektif dan sesederhana mungkin. Ingat, less is more.

  3. Menggunakan server atau hosting yang tepat

    Server atau hosting ibarat rumah untuk website-mu. Oleh karena itu, pastikan kamu memiliki “rumah” yang kokoh agar ketika terjadi sesuatu, kamu tidak perlu cemas. Selain itu, pastikan pula server atau hosting yang kamu gunakan bisa membuat website-mu lebih cepat dan aman agar selalu bisa diandalkan oleh para pengunjung. Kabar baiknya, kamu bisa mendapatkan keuntungan ini dari semua paket hosting di Dewaweb.

    Saat ini, standar teknologi terbaru Dewaweb yang menggunakan Intel Xeon Gold Cascade Lake dan Ultra Fast NVMe SSD Storage sudah dapat memberikan performa cloud hosting untuk website-mu hingga 5x lebih cepat dari generasi sebelumnya. Kunjungi halaman cloud hosting Dewaweb agar kamu dapat mencari paket hosting terbaik yang sesuai dengan budget-mu. (tips: jangan lupa gunakan kode promo!)

  4. Perbarui versi CMS

    Yap, mengubah CMS ke versi terbaru juga menjadi hal penting. Jika CMS-mu masih menggunakan Classic Editor, kamu bisa mengubah ke versi Gutenberg dengan mengklik pilihan “Writing” pada menu Settings di menu bar, lalu ubah pilihan default editor dari Classic Editor menjadi Block Editor seperti pada gambar berikut.

JOGJA ONE SOLUTION – Kami hadir memberi solusi untuk kebutuhan media promosi bisnis atau usaha Anda. Grafik order dan omzet meningkat. Dapatkan website murah, desain menarik, kompleks, dan full maintenance dengan harga yang terjangkau KLIK DISINI. Atau hubungi kami di Telp (0274) 5017127 | WA : 0888 0289 8802


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat