Inilah Alasan Mengapa IG Story Adalah Media Iklan Terbaik

Inilah Alasan Mengapa IG Story Adalah Media Iklan Terbaik

Inilah Alasan Mengapa IG Story Adalah Media Iklan Terbaik

Digital Marketing – Siapa yang tidak mengenal media sosial instagram? MEdia sosial satu ini pasti lah snagat digemari masyarakat dunia. Mulai dari kalangan anak – anak hingga kalangan dewasa. Hal ini yang membuat instagram memutuskan untuk memikirkan penggunaan iklan melalui fitur tersebut. Hingga saat ini tercatat sudah lebih dari setengah juta pemasar dan pengiklan yang menggunakan instagram termasuk IG Stories dan Feed Instagram untuk mempromosikan brand dan juga produk layanan mereka. Berikut kami berikan alasan mengapa instagram stories menjadi media iklan terbaik :

#1 Konten lebih padat dan langsung pada inti

Meskipun sama-sama mengusung konsep video (dan meskipun bisa juga berupa gambar dan gambar begerak seperti GIF) seperti YouTube, namun Instagram memilki banyak fitur dan kelebihan yang tidak dimiliki oleh YouTube. Sekalipun konten yang muncul di YouTube sama padatnya, namun fleksibilitas pengguna Instagram yang menggunakan media smartphone lebih menguntungkan Instagram dalam hal iklan dalam bentuk yang sama karena iklan yang ditampilkan akan langsung muncul pada satu layar penuh dengan beberapa fitur pilihan yang bisa dimodifikasi. Hal ini membuat pesan yang ingin disampaikan bisa sampai lebih cepat dan lebih baik sekalipun kepadatan konten di antara kedua platform tersebut sama saja.

 

#2 Hashtag dan lokasi pada iklan juga tampil di Explore

Menggunakan hashtag atau tagar dan juga lokasi pada postingan bersponsor adalah salah satu cara terbaik untuk meningkatkan impresi. Kebanyakan orang di Instagram mencari apa yang mereka butuhkan berdasarkan tagar dan lokasi, sementara postingan bersponsor akan muncul sebagai prioritas saat pengguna menggunakan fitur tersebut. Maka, produk atau layanan akan berpeluang dilihat lebih banyak dengan hashtag dan lokasi.

Peningkatan impresi pada akhirnya akan meningkatkan engagement hingga berakhir pada penjualan.

#3 Pengguna fitur Stories lebih banyak dan lebih aktif

Tidak sedikit pengguna Instagram yang postingan foto atau video terakhirnya sudah berbulan-bulan lalu—bisa jadi karena kehabisan stok foto untuk diunggah—tetapi mereka tetap mengunggah banyak hal lain melalui Instagram Stories dalam 24 jam terakhir. Kecenderungan ini menandakan bahwa pengguna sangat menyukai fitur Stories dan mereka lebih hiperaktif ketika influencer yang mereka ikuti melakukan update di sana, juga hal penting lain bahwa pengguna lebih mungkin berinteraksi secara lebih personal dengan influencer terkait.

Dengan 250 juta pengguna aktif harian, fitus Stories yang tentu saja sangat efektif untuk beriklan karena muncul di antara Stories dari pengguna lain yang diikuti sekalipun iklan tersebut berasal dari akun yang tidak diikuti. Sejatinya memang seperti itulah cara kerja sebuah iklan.

#4 Durasi lebih pendek (hanya 15 detik)

“Dua detik pertama dari sebuah video iklan adalah penentu iklan tersebut akan ditonton sampai akhir atau tidak”. Ungkapan ini mungkin berlaku pada video yang memiliki durasi lebih panjang. Tetapi, dengan durasi lebih singkat dengan pilihan menonton lebih lanjut di tempat yang sama akan membuat penonton “terpaksa” menonton hingga akhir barulah mereka akan memutuskan mencari lebih banyak terkait apa yang baru saja mereka tonton.

Durasi yang kepanjangan akan terkesan membuang-buang waktu meskipun bagus sebab video iklan tersebut muncul tanpa diharapkan. Tetapi durasi yang manusiawi akan membuat pengguna rela menunggu dan jika memang bagus, impresi akan berubah menjadi konversi. Hal ini juga bisa jadi pertimbangan dan penilaian untuk para pemasar dan brand menentukan jenis iklan yang disukai oleh pengikut mereka, atau dengan kata lain menunjukkan tingkat keefektifan iklan yang dibuat.

#5 Tidak memengaruhi feed Instagram

Bagi influencer atau Instagramer ataupun juga brand yang menggunakan tema yang senada satu sama lain jelas akan terganggu jika harus menggunakan akun mereka untuk mengepos sebuah iklan. Tentu saja cukup merepotkan karena mereka harus menyesuaikan template agar sama dengan foto-foto yang sudah ada. Masalahnya adalah, biasanya pengiklan hanya menyediakan satu template iklan (atau lebih dari satu tetapi tidak sesuai dengan feed milik influencer) sehingga keduanya harus memutar otak untuk menyesuaikannya kembali dan tentu saja membutuhkan waktu lebih lama lagi.

Bagi pemasar, waktu adalah segalanya.

Dengan beriklan menggunakan fitur Strories, kekhawatiran semacam itu tidak akan terjadi lagi. Feed Instagram tetap menunjukkan identitas influencer sementara postingan bersponsor tetap berjalan dengan baik.

#6 Terintegrasi dengan Facebook

Facebook sebagai “kakak” dari Instagram harus diakui masih jauh lebih unggul dalam hal apa pun, termasuk promosi. Raksasa media sosial itu memang memiliki pengguna aktif harian dan pengguna secara keseluruhan yang sangat besar. Tetapi di situ pulalah kelebihannya sebab Facebook dan Instagram dimiliki oleh satu orang yang sama; Mark Zuckerberg.

Facebook bisa diintegrasikan dengan Instagram yang akan menimbulkan potensi berlipat ganda. Impresi, konversi, penjualan, bahkan ROI bisa menjadi berlipat ganda jika mengintegrasikan Instagram dengan Facebook. Cara kerja algoritme Facebook juga hampir sama, kecuali pada bagian Explore.

#7 Punya fitur “Polling” untuk mengidentifikasi selera audiens

Fitur Polling di Instagram memang baru beberapa waktu lalu diluncurkan, tetapi sangat membantu. Mungkin tidak disadari tetapi fitur baru ini bisa digunakan oleh brand untuk mengidentifikasi konten apa yang lebih disukai oleh audiens mereka. Kelebihan lain dari fitur ini adalah pengiklan bisa melihat siapa yang menyukai dan tidak menyukai jenis konten mereka, apakah berasal dari daftar pengikut mereka atau dari sumber organik.

Tidak hanya brand, fitur Polling ini juga berguna bagi influencer sebagai acuan untuk membuat konten bersponsor mereka ke depannya. Beberapa klien membebaskan influencer untuk membuat kontennya sendiri dan beberapa influencer juga lebih memilih membuat kontennya sendiri demi menjaga autentisitas dan relevansi. Komunikasi dua arah pada tingkat ini memang sangat penting agar brand dan influencer sama-sama diuntungkan. Brand bisa memulai dengan memperkenalkan influencer yang digunakan (brand ambassador) melalui fitur Stories, dan sebaliknya influencer memberikan gambaran tentang brand yang akan bekerjasama dengannya. Keduanya, brand dan influencer, bisa menggunakan fitur mention untuk menghasilkan konversi dua arah.

JOGJA ONE SOLUTION – KURSUS BISNIS ONLINE JOGJA | JASA PROMOSI JOGJA | JASA PEMBUATAN WEBSITE JOGJA | INTERNET MARKETING JOGJA | JASA SEO JOGJA | AHLI WEBSITE | PELATIHAN INTERNET MARKETING | SOFTWARE APLIKASI JOGJA | JASA SOFTWARE JOGJA Kami hadir memberi solusi untuk kebutuhan media promosi bisnis atau usaha Anda. Grafik order dan omzet meningkat. Dapatkan website murah, desain menarik, kompleks, dan full maintenance dengan harga yang terjangkau KLIK DISINI. Atau hubungi kami di Telp (0274) 5017127 | WA : 0888 0289 8802

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat