Hal-Hal yang Perlu Anda Ketahui Tentang IPv6

Hal-Hal yang Perlu Anda Ketahui Tentang IPv6

Perbedaan IPv4 Dengan IPv6 Dan Kenapa Tidak Ada IPv5 - Monitor TeknologiJogja One SolutionInternet Protocol Version 6 adalah protokol lapis jaringan terbaru; sistem yang memungkinkan komunikasi ditransfer melewati jaringan. Meskipun konsepnya sudah sejak 1998, namun baru dipakai untuk menggantikan IPv4 di tahun 2017. IPv4 adalah angka desimal 32-bit yang berisi empat string/untai angka, masing-masing terdiri dari dua hingga tiga digit, mengidentifikasikan perangkat dan lokasi Anda. Alamat IPv4 biasanya terlihat seperti ini: 192.168.0.1. Berikut ini hal-hal yang perlu anda ketahui tentang IPv6

 

Apa Itu IPv6?

Sebelum menjelajah mengenai pengertian IPv6 dan bagaimana bisa sesepuhnya yang IPv4 mulai tercampakkan, ada baiknya memahami terlebih dahulu apa itu IP Address agar tidak sampai salah persepsi. IP Address adalah deretan angka biner antara 32 bit sampai dengan 128 bit yang digunakan alamat identifikasi untuk setiap komputer host di internet.

Masing-masing panjang IP Address mempengaruhi jenis pemakaian IPv yang digunakan. Apabila panjang IP Address hanya sebatas 32 bit, maka IPv yang digunakan ialah IPv4. Namun jika panjang IP Address mencapai 128 bit, maka yang bisa menguraikan IP Address hanya IPv6.

Seiring perkembangan teknologi, penggunaan IPv6 semakin massif. Bahkan data statistik penggunaan IPv6 juga meningkat setiap tahunnya. Bila diamati, IPv4 memang kurang representatif untuk mengurai IP Address yang makin lama makin dipenuhi kerumitan ketika melakukan pengalaman dan routing antar perangkat di dalam jaringan berbasis TCP/IP.

Struktur pembangunnya

IPv6 sangat berbeda dengan IPv4. Seperti yang disampaikan di atas tadi, IPv4 mempunyai struktur pengamatan dan pengalaman sebanyak 32 bit yang tersusun di dalam empat blok yang masing-masing berisikan 8 bits.

Sementara itu, untuk IPv6 mempunyai struktur pengalamatan sebanyak 128 bits. Tersusun dari delapan blok, masing-masingnya blok diisi oleh sebanyak 16 bits. Tidak hanya strukturnya saja berbeda, mekanisme kerjanya pun beda. Untuk IPv6 dikenal istilah IPv6 Autoconfiguration yang terdiri dari dua metode; stateless mechanism & statefull mechanism

Sederhananya, kekurangan IPv4 yang diback up oleh IPv4 ialah sebagai berikut;

  • Tidak ada subnet masks
  • Tiadanya alamat broadcast
  • Tidak memerlukan DHCP Server (Stateless mechanism – host client mampu melaksanakan konfigurasi otomatis di IPv6 Address sekaligus gateway dengan melakukan teknik soliciting atau obtain dari router melalui RS (Router Solicitation)
  • Sangat memungkinkan untuk menggunakan MAC Address dari perangkat host untuk menguraikan Host atau interface ID (EUI-64)
  • Tidak memerlukan NAT untuk End to end communication sehingga memperpendek rangkaian kerja.

Selain berbeda dalam mekanisme pengalamatan, antara IPv4 dengan IPv6 juga diketahui adanya perbedaan dalam hal packet header. Perbedaannya terletak pada jumlah dari basic header di paket data. Untuk IPv4 terdapat 10 basic header field sementara di IPv6 ada enam basic header field.

Panjang IPv6

Setelah menyinggung terkait sedikit tentang bagaimana metode pengalamatan yang berbeda antara IPv4 dengan IPv6, waktunya beranjak ke IPv6 Addressing dan subnetting. Sudah diketahui bahwa IPv6 mempunyai panjang alamat sebanyak 128 bit. Dari 128 bits inilah IPv6 diurai ke dalam format hexadecimal yang memiliki 8 fields yang termasuk IPv6.

Setiap masing-masing hexadecimal dipisahkan oleh tanda colon (:) dan setiap field mempunyai panjang 16 bit yang dikonversi menjadi cukup empat digit tanda hexadecimal. Sebagaimana misalnya dengan menggunakan format X:X:X:X:X:X:X:X yang masing-masing X bernilai 16 bit, ex:ACAD).

Contoh penulisan IPv6

2001:0DB8:ACAD:0001:A65D:36FF:FE97:7A95

Di dalam penulisan IPv6 Anda bisa saja langsung meringkasnya apabila menemui angka nol di depan atau yang biasanya disebut dengan istilah leading zeroes. Apabila terdapat grup angka nol, Anda juga bisa meringkasnya menggunakan teknik double colons. Lalu secara struktur, penulisan alamat IPv6 dibagi menjadi Network prefix dengan interface ID.

Untuk network prefix merupakan alamat yang diberikan oleh RIP (Regional Internet Registry) serta alokasi dari ISP untuk customer. Sedangkan untuk Interface ID adalah pengalamatan kepada sisi host atau perangkat di dalam suatu jaringan. Khusus untuk pengalamatan Interface ID, kita bisa juga menuliskannya secara subnetting.

Paket IPv6 terdiri dari dua bagian yakni paket header dan paket payload. Ukuran dari paket header terdiri dari 40 oktet (320 bit) yang isinya adalah:

  • Versi 4 bit
  • Traffic class 8 bit
  • Label flow 20 bit
  • Panjang payload 16 bit
  • Header 8 bit
  • Batas HOP 8 bit
  • Alamat tujuan 128 bit
  • Alamat asal 128 bit

Ukuran panjang Payload adalah 166 bit dan bisa juga membawa payload maksimum 65535 oktet.

Secara umum, distribusi serta alokasi IP Address yang nantinya dikelola oleh IPv entah IPv4 ataupun IPv6 semata diatur oleh sebuah badan organisasi yang bernama IANA (Internet Assaigned Numbers Authority). IANA bertanggung jawab memberikan tugas pengaturan apilkasi alamat IP serta DNS kepada lembaga yang bersifat regional.

Nah, itulah beberapa hal yang perlu Anda ketahui tentang IPv6. Jangan lupa untuk klik bagikan atau sekadar meninggalkan jejak di kolom komentarjika artikel tersebut dirasa bermanfaat.

JOGJA ONE SOLUTION – Kami hadir memberi solusi untuk kebutuhan media promosi bisnis atau usaha Anda. Grafik order dan omzet meningkat. Dapatkan website murah, desain menarik, kompleks, dan full maintenance dengan harga yang terjangkau KLIK DISINI. Atau hubungi kami di Telp (0274) 5017127 | WA : 0888 0289 8802


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat