Evolusi Konsep Pemasaran

Evolusi Konsep Pemasaran

sumber : hestanto.web.id

EVOLUSI KONSEP PEMASARAN

Jogja One Solution – Pada artikel sebelumnya kita sudah membahas mengenai panjang lebar tentang pemasaran. Semua pelaku bisnis pasti akan menggunakan pemasaran ini untuk berjalannya bisnis. Siapakah diantara kalian yang mengetahui bagaimana pemasaran dulu hingga sekarang? Bagaimanakah evolusinya?

Evolusi Konsep Pemasaran

Mengapa disebutkan sebagai evolusi konsep, sebab orientasi perusahaan terhadap pasar, atau kemampuan perusahaan menghadapi persaingan makin lama makin BERKEMBANG.

Ada 5 konsep yang berkembang yaitu: 1) konsep produksi (production concept), 2) konsep produk (product concept), 3) konsep penjualan (selling concept), 4) konsep pemasaran (marketing concept), dan 5) konsep sosial (social concept).

Evolusi yang terdapat dalam perkembangan kehidupan manajemen pemasaran adalah:

#1. Konsep Produksi (Production Concept)

Konsep produksi bertitik tolak dari anggapan bahwa konsumen ingin produk yang harga murah dan mudah didapatkan di mana-mana.

Produsen yang menganut konsep ini, akan membuat produksi secara masal, menekan biaya dengan efisiensi tinggi, sehingga harga pokok produksi bisa ditekan dan harga jual lebih rendah dari pesaing.

Cara menghitung harga pokok dapat dipelajari di artikel: Cara Menghitung Harga Pokok Produksi Perusahaan Busana.

Produsen tipe ini akan mendistribusikan hasil produksinya ke seluruh pelosok agar mudah diproleh konsumen. Konsep ini merupakan konsep awal dari produsen untuk menguasai pasar.

Konsep ini akan sangat berhasil, jika memang belum banyak saingan dan konsumen belum memperhatikan kualitas. Pokoknya yang penting bagi konsumen adalah terpenuhinya kebutuhan (needs). Masalah wants belum diperhatikan.

#2. Konsep Produk (Product Concept)

Pada saat barang masih langka di pasar, maka produsen memusatkan perhatian pada teknis pembuatan produk saja.

Produsen belum memperhatikan selera konsumen. Produsen hanya membuat barang dengan to place oneself, hanya menuruti bagaimana selera produsen sendiri.

Produsen hanya melihat cermin tidak melihat jendela. Orang yang meilhat kaca hanya memperhatikan wajahnya saja, yaitu ia membuat barang yang cocok dengan kemauannya.

Lain halnya melihat jendela, berarti melihat orang yang berada di luar/di jalan dengan kata lain produsen memperhatikan orang lain.

Mengapa produsen menganut konsep ini?

Produsen mendasarkan pemikirannya pada premis-premis berikut ini:

  • Konsumen akan memperhatikan mutu berbagai barang sebelum mereka membeli.
  • Konsumen mengetahui perbedaan mutu berbagai macam barang.
  • Konsumen selalu mencari barang dengan nama baik.
  • Produsen harus selalu menjaga mutu untuk mempertahankan langganan.

#3. Konsep Penjualan (Selling Concept)

Pada konsep ini, produsen membuat barang, kemudian harus menjual barang itu dengan berbagai teknik promosi. Hal yang penting ialah adanya kegiatan promosi secara maksimal.

Paham dari konsep ini adalah konsumen pasti mau membeli barang, bila mereka dirancang untuk membeli. Dan promosi besar-besaran merupakan ciri khas dari selling concept.

Premis yang mendasari konsep ini adalah:

  • Konsumen cenderung menolak membeli barang yang tidak penting. Oleh karena itu, harus didorong untuk membeli.
  • Konsumen dapat dipengaruhi melalui stimulasi promosi.
  • Tugas produsen mendorong penjualan.

#4. Konsep Pemasaran (marketing concept)

Pada konsep pemasaran, produsen tidak hanya membuat barang, tidak pula asal melancarakan promosi. Tapi produsen memusatkan perhatian pada selera konsumen, produsen memperhatikan needs dan wants dari konsumen.

Jadi produsen tidak hanya memperhatikan kebutuhan konsumen saja, tapi juga memperhatikan apa keinginan konsumen.

Konsumen juga tidak hanya sekedar membeli fisik barang, tapi mengharapkan sesuatu yang lain yang diharapkan setelah membeli barang tersebut. Jika hal ini dapat terpuaskan maka kegiatan marketing perusahaan akan mencapai sukses.

Premis yang mendasari konsep pemasaran ini adalah:

  • Konsumen selalu memilih barang yang dapat memuaskan needs dan wants-nya.
  • Konsumen dapat dikelompokkan berdasarkan needs dan want-nya.
  • Tugas organisasi adalah meneliti dan menetapkan segmentasi dan memilih pasar serta mengembangkan program pemasaran yang efektif.

konsep marketing - societal marketing

#5. Societal Marketing Concept

Konsep Kemasyarakatan, memiliki rasa tanggung jawab (Responsibility) atau berwawasan sosial (Societal Marketing Concept)

Tingkat orientasi pada rasa tanggung jawab sosial dan kemanusiaan didasarkan atas banyaknya kritik dan sorotan dari luar perusahaan, baik yang datang dari pemerintah maupun dari masyarakat melalui lembaga konsumen atau LSM maka perusahaan harus memiliki rasa tanggung jawab moral untuk melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya.

Tanggungjawab sosial ini dalam arti luas, harus menghasilkan barang yang baik, tidak merusak kesehatan masyarakat.

Menggunakan sumber daya alam secara bertanggung jawab, selalu menjaga kebersihan air dan kebersihan udara dari ancaman polusi, mengurangi kebisingan mesin pabrik.

Semua ini harus dilakukan dalam rangka menciptakan suasana kehidupan yang baik dan tenteram dengan penuh rasa tanggung jawab, tidak mementingkan keuntungan perusahaan semata.

Pengertian Pemasaran adalah

Premis yang mendasari pemikiran produsen untuk mengembangkan responsibility ini adalah:

  • Gejala konsumerisme akan muncul apabila masyarakat memperoleh barang yang tidak baik dan mendapat layanan kurang memuaskan.
  • Masyarakat akan menuntut tanggung jawab organisasi, begitu mereka mendapat perlakukan kurang baik dan bila ekosistem mereka tergangggu.
  • Anggota masyarakat selalu menghendaki jaminan keselamatan terutama atas komoditi yang mereka beli.

Pada tingkat terakhir ini manajemen pemasaran harus memusatkan kegiatannya pada bagaimana menciptakan dan menawarkan barang untuk perbaikan mutu kehidupan, bukan hanya sekedar menawarkan barang untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Konsep terakhit memperluas konsep pemasaran baru. Ada yang mengusulkan nama konsep tersebut sebagai konsep ‘pemasaran berperikemanusiaan’, ‘pemasaran sadar lingkungan’.

Namun Philip Kotler cenderung memberi nama konsep pemasaran berwawasan sosial (societal marketing concept), konsep ini seakan-akan kontradiktif dengan konsep pemasaran yang pertama.

Kontradiktif yang timbul dalam hal ini adalah produsen akan mementingkan keinginan konsumen dan mengabaikan kepentingan masyarakat banyak.

Contoh: produk makanan fast food, sangat memuaskan konsumen, enak, cepat saji tapi menyebabkan kolesterol tinggi.

Demikian pula kemasan botol minuman dari bahan plastik, memang bagus, praktis, sekali pakai buang, tapi akibatnya menimbulkan polusi, hanyut dan mengotori sungai, tak hancur di tanah, mengandung racun dan sebagainya.

Akan lebih baik bila kemasan tersebut terbuat dari botol biasa, bisa dipakai berulang kali oleh pabrik, menurut penelitian ada yang bisa dipakai 17 kali.

Di sinilah letak pentingnya socetal marketing, yaitu memperhatikan kepentingan masyarakat banyak.

Tugas manajer pemasaran dimulai jauh sebelum produk dihasilkan dan tidak akan sampai produk terjual. Jadi tugas-tugasnya antara lain:

  • Mempelajari apa kebutuhan dan keinginan konsumen.
  • Mengembangkan konsep produk untuk memuaskan konsumen
  • Menetapkan price policy
  • Merencanakan dan mengatur distribusi
  • Menggunakan mass media untuk komunikasi pemasaran
  • Memperhatikan kepuasan konsumen
  • Memperbaiki dan mengembangkan rencana pemasaran yang didasarkan pada data yang terkumpul.

sumber artikel  : https://manajemenkeuangan.net/

JOGJA ONE SOLUTION – Kami hadir memberi solusi untuk kebutuhan media promosi bisnis atau usaha Anda. Grafik order dan omzet meningkat. Dapatkan website murah, desain menarik, kompleks, dan full maintenance dengan harga yang terjangkau KLIK DISINI. Atau hubungi kami di Telp (0274) 5017127 | WA : 0888 0289 8802


Digital Content Writer, Special Content Creator, Technical Content Writer dan Suka berbagi hal baru yang bermanfaat bagi orang lain.

Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat