Bagaimana Cara Kerja Wireless charging

Bagaimana Cara Kerja Wireless charging

BAGAIMANA CARA KERJA WIRELESS CHARGING

Jos– Teknologi memang semakin maju, begitu juga dengan cara untuk mencharge handphone, Dengan adanya wireless charging tidak perlu menggunakan kabel untuk mencharge hp, Tapi tahukah anda bagaimana cara kerja wireless charging?, Berikut adalah pembahasannya.

 

Cara Kerja Wireless Charging

Cara kerja Wireless charging pada dasarnya sangat sederhana. Dimana sepasang koil yang mengandung muatan magnetik diletakkan pada 2 (dua) perangkat berbeda. Kedua koil elektromagnetik tersebut apabila didekatkan akan menghasilkan medan magnet yang juga menghasilkan listrik. Listrik yang dihasilkan tersebut kemudian akan terserap oleh sirkuit charger yang ada di dalam perangkat untuk kemudian mengalirkannya ke penyimpan daya.

Saat ini, terdapat 3 (tiga) standard untuk wireless charging yaitu Qi standar, Power Matters Alliance (PMA), dan Aliance for Wireless Power (A4WP). Standard tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang dapat menyokong pertumbuhan produk-produk berbasis wireless charging.

Meskipun cara kerjanya terkesan sederhana (hanya memerlukan sepasang koil) namun pada aktualisasinya cukup rumit. Dibutuhkan lebih dari sebuah coil pada power conversion (transmitter), dan arus AC untuk menghasilkan induksi magnetik. Sistem ini juga dilengkapi dengan komunikasi dan kontrol untuk mengatur proses pengisian. Perpindahan arus listrik hanya terjadi saat dibutuhkan, semisal baterai dalam keadaan kosong. Agar terjadi efisiensi maka sistem ini akan menghentikan proses transfer daya apabila baterai sudah terisi penuh.

image: wikipedia.org

Karenanya, wireless charging memiliki beberapa mode yaitu mode induksi, mode resonant, mode kombinasi (resonant dan induksi) dan mode standby.

1. Mode induksi

Pengisian mode induksi terjadi saat jarak antara wireless charger pad dan smartphone (perangkat) berjarak kurang dari 7 mm. Pada kondisi ini arus listrik (induksi magnetik) dipancarkan oleh transmitter coil pada wireless charger pad ke receiver coil hanya dibatasi oleh casing luar perangkat. Agar induksi magnetik yang dihasilkan lebih besar dan pengisian menjadi efektif, maka coil harus diluruskan dengan cara digeser. Pada beberapa model transmitter Qi dilengkapi beberapa buah coil, sehingga Anda tidak perlu lagi meluruskan coil untuk mendapatkan pengisian yang efektif.

2. Mode resonant

Ketika pengisian mode induksi tidak dimungkinkan, Anda dapat menggunakan mode resonant charging. Mode ini dapat bekerja saat jarak antara wireless charger pad dan smartphone berjarak maksimal sampai 45 mm. Mode resonant mempunyai tingkat pengisian yang sama baiknya dengan mode induksi. Dengan toleransi jarak yang lebih besar, wireless charger pad dapat diletakkan dibawah meja kerja dan lainnya, sehingga terlihat lebih rapi.

3. Mode keduanya (kombinasi resonant dan induksi)

Pada kondisi tertentu, pengisian dapat terjadi dengan kombinasi kedua mode yaitu induktif dan resonansi. Karena pada kedua mode ini memiliki kasus penggunaan yang unik dan manfaat, produk Qi menggabungkan keduanya untuk menawarkan layanan yang inovatif, fitur hemat energi dan biaya se efektif mungkin.

image: powerbyproxi.com

4. Mode standby

Sistem wireless charging juga dilengkapi dengan mode stanby untuk menghemat sumber daya. Sistem akan masuk ke mode standby apabila baterai perangkat semisal smartphone dalam kondisi penuh. Atau wireless charger pad tidak mendeteksi adanya device pada jarak maksimal 45 mm.

Nah, Itulah penjelasan mengenai bagaimana cara kerja wireless charging.

 

JOGJA ONE SOLUTION – Kami hadir memberi solusi untuk kebutuhan media promosi bisnis atau usaha Anda. Grafik order dan omzet meningkat. Dapatkan website murah, desain menarik, kompleks, dan full maintenance dengan harga yang terjangkau KLIK DISINI. Atau hubungi kami di Telp (0274) 5017127 | WA : 0888 0289 8802


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat