6 Jenis Strategi Bidding Utama Google Ads yang Paling Sering Digunakan

6 Jenis Strategi Bidding Utama Google Ads yang Paling Sering Digunakan

6 Jenis Strategi Bidding Utama Google Ads yang Paling Sering Digunakan

नीलामी - Google Ads मददJogja One Solution- Google Ads terkenal dengan berbagai opsi optimasi yang sangat beragam. Mulai dari fleksibilitas targeting, tipe iklan, sampai ke bidding strategy semuanya bisa kita sesuaikan. Kenali fiturnya dan optimalkan iklan Anda semaksimal mungkin. Membahas digital ads selalu tidak lengkap tanpa membahas strategi bid. Jika Anda sudah sering menggunakan digital ads sebagai sarana pemasaran, tentu Anda tidak asing dengan istilah strategi bidding ini. Ya, strategi bidding juga termasuk dalam faktor utama efektivitas digital ads. Sasaran Anda di seluruh akun harus sejalan dengan tujuan bisnis Anda. Setiap kampanye harus memainkan peran dalam mencapai tujuan yang lebih besar. Tetapkan tujuan untuk setiap kampanye (mis. konversi). Kampanye yang berbeda dapat memiliki tujuan yang berbeda. Misalnya, istilah penelusuran dengan visibilitas tinggi dapat memiliki sasaran untuk menjangkau target pangsa tayangan, sedangkan tujuan kampanye lain bisa jadi untuk mengoptimalkan konversi pada target CPA. Maka dari itu simak yuk 6 Jenis Strategi Bidding Utama Google Ads yang Paling Sering Digunakan

Meskipun ada puluhan jenis strategi bid di Google Ads, hanya 6 saja yang akan selalu Anda gunakan. Sisanya baru bisa digunakan oleh pengguna yang sudah ahli, karena resiko dan eksekusinya cukup kompleks. Dan berikut adalah keenam strategi bid tersebut:

Cara Pasang Iklan di Google Ads [Update 2021]

Maximize Clicks

Maximize clicks artinya Anda mengizinkan Google Ads untuk menayangkan iklan kepada audience yang memiliki kecenderungan untuk mengklik iklan Anda, tidak peduli apapun intensi mereka. Strategi bid ini sering disalah artikan untuk mendapatkan closing sebanyak-banyaknya, karena ada anggapan bahwa semakin banyak pengunjung maka semakin banyak pembelian yang didapatkan. Padahal pengunjung yang tidak memperhatikan intensi dan profil, tidak akan bagus untuk iklan yang ditargetkan untuk mendapatkan konversi.

Catatan tambahan untuk Maximize Clicks

Maximize clicks hanya cocok jika iklan Anda memang digunakan untuk awareness, dimana informasi lebih lanjutnya bisa dibaca di website. Sehingga Anda mendapatkan database Audience previous visitor sebanyak mungkin. Strategi ini hanya berguna jika Anda memiliki plan untuk remarketing/retargeting di kampanye berikutnya.

Enhanced CPC

Enhanced CPC merupakan strategi turunan dari manual CPC, dimana strategi ini adalah satu-satunya strategi non smart bidding yang dimiliki oleh Google. Non smart bidding berarti strategi ini sama sekali tidak ada automasi dari tangan Google, dan Anda harus mengoptimalkan strategi bid Anda sendiri secara manual. Enhanced CPC sangat cocok untuk mengendalikan metrik CPC (Cost Per Click) karena Anda menetapkan batas maksimalnya sendiri. Namun secara garis besar, strategi ini kurang berguna apalagi untuk kampanye tingkat lanjut. Mengingat Anda harus mengontrol semua faktornya secara manual, padahal kampanye Anda ada banyak.

Maximize Conversions

Maximize Conversions merupakan strategi lanjutan dari Maximize Clicks, dimana di sini Google akan memfokuskan seluruh budget Anda tanpa batas untuk mendapatkan konversi sebanyak-banyaknya. Strategi ini sangat cocok untuk mendapatkan potensi maksimal dari nilai biaya akuisisi rata-rata. Perlu diperhatikan, meskipun konversi yang Anda dapatkan 0, Google akan terus menghabiskan budget sampai Anda menghentikannya. Ini menjadi salah satu kelemahan strategi Maximize Conversions, dan Anda harus benar-benar memperhatikan konfigurasi iklan Anda agar budget tidak terbuang sia-sia.

Target CPA (Cost Per Action)

Jika Maximize Conversions berguna untuk mendapatkan konversi sebanyak-banyaknya, maka target CPA berfungsi untuk mendapatkan konversi dengan batas tertentu. Target CPA diisi dengan nominal biaya akuisisi yang diinginkan oleh pengiklan. Misalnya jika CPA diisi Rp. 10.000, maka Google akan menyeimbangkan agar rata-rata biaya per konversi yang didapatkan tidak melebihi Rp. 10.000. Target CPA hanya efektif jika iklan yang ditayangkan sudah diketahui nilai potensi maksimal biaya akuisisinya. Jika penentuan CPA terlalu kecil, maka resikonya iklan Anda berpotensi tidak tayang sama sekali. Dalam kampanye tingkat lanjut, target CPA adalah jenis strategi bidding yang paling sering digunakan.

Target ROAS (Return On Ad Spend)

Jika target CPA membuat Anda bisa mendapatkan konversi sebanyak-banyaknya dengan batas biaya akuisisi tertentu, maka target ROAS berfungsi untuk mendapatkan nilai konversi terbesar sesuai dengan nilai ROAS yang ditentukan. Misalnya Anda menentukan ROAS sebanyak 4x lipat, maka Google akan mengusahakan agar kampanye Anda menghasilkan return sebsar itu. Artinya, setiap 1 rupiah yang Anda bayar, Anda akan mendapatkan 4 rupiah.

Hati-hati! Jika Anda menyetel ROAS terlalu tinggi, maka iklan Anda beresiko tidak tayang sama sekali. Strategi ROAS adalah strategi bidding yang paling sering digunakan oleh e-commerce, karena fungsinya untuk mendapatkan return sebanyak-banyaknya. Untuk menggunakan strategi target CPA dan target ROAS, Anda wajib menyetel tag konversi lengkap dengan parameters-nya.

Target CPM (Cost Per Mile (1.000 Impressions))

Terakhir adalah target CPM, dimana Anda bisa mengeset batas biaya yang Anda bayarkan untuk setiap 1.000 impresi iklan. Target CPM bisa Anda gunakan di kampanye awareness seperti layaknya iklan di TV, dimana Anda ingin agar iklan dilihat oleh orang sebanyak-banyaknya dalam batas biaya tertentu. Sama seperti strategi target-target di atas, jika Anda menyetel CPM terlalu rendah maka iklan Anda berpotensi tidak tayang sama sekali. Target CPM hanya tersedia di kampanye yang berbasis visual seperti GDN atau YouTube Ads.

Strategi Bidding yang Tepat, Dapatkan Hasil yang Lebih Optimal

Dengan memahami setiap jenis strategi bidding, Anda bisa menyusun strategi periklanan yang lebih kuat dan lebih efektif terhadap hasil yang akan kita dapatkan. Selalu pilih strategi bid yang sesuai dengan tujuan iklan, sehingga algoritma Google bisa menyesuaikan pengeluaran Anda dengan hasil.

Semoga artikel 6 Jenis Strategi Bidding Utama Google Ads yang Paling Sering Digunakan dapat bermanfaat bagi kamu yaaa

JOGJA ONE SOLUTION – Kami hadir memberi solusi untuk kebutuhan media promosi bisnis atau usaha Anda. Grafik order dan omzet meningkat. Dapatkan website murah, desain menarik, kompleks, dan full maintenance dengan harga yang terjangkau KLIK DISINI. Atau hubungi kami di Telp (0274) 5017127 | WA : 0888 0289 8802


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat