10 Tips Management Keuangan Usaha Agar Lancar

10 Tips Management Keuangan Usaha Agar Lancar

10 Tips Management Keuangan Usaha Agar Lancar

Berikut 4 Tips Mengelola Keuangan Bisnis untuk 3 Tahun PertamaJogja One Solution – Mengelola keuangan dengan baik adalah salah satu hal yang terpenting saat memiliki usaha. Jika kamu tidak cukup ahli dalam mengatur keuangan bersiap-siap bisnis kamu akan mengalami kesulitan dalam berkembang. Sebuah bisnis yang sehat membutuhkan pengelolaan keuangan yang baik. Jumlah pemasukan dan pengeluaran harus berimbang, tidak hanya mengelola keuangan pelaku bisnis juga perlu memahami pentingnya mengatur arus kas dan bagaimana cara menjaga arus kas tersebut agar tetap lancar. Sayangnya, masih saja ada pebisnis yang menyepelekan pengelolaan keuangan dalam bisnisnya. Berikut ini 10 Tips Management Keuangan Usaha Agar Lancar

 

 

Tips Manajemen Keuangan

1.  Memisahkan rekening pribadi dan usaha

Masih banyak dijumpai para pelaku usaha yang mencampur keuangan pribadi dengan keuangan usaha. Padahal ini menjadi sumber penyakit utama yang menyebabkan management keuangan menjadi rusak.

Memisahkan rekening ini menjadi hal yang wajib dilakukan bagi para pelaku usaha, tujuannya agar Anda bisa mengetahui sejauh mana usaha berkembang, apakah sedang dalam posisi untung atau rugi. Sekarang ini membuat rekening tabungan bank juga murah, silahkan langsung saja pisahkan antara rekening pribadi dengan usaha.

2.  Membuat laporan arus kas

Laporan keuangan

Setelah rekening terpisah, Anda bisa mencatat arus kas usaha Anda dengan lebih enak. Dengan membuat laporan arus kas, Anda bisa melihat keuangan yang masuk dan keluar, melihat saldo, hutang usaha dan lain sebagainnya.

3.  Buat anggaran bulanan

Berpedoman pada laporan dari arus kas, Anda bisa mulai membuat anggaran bulanan secara rutin. Dengan membuat anggaran bulanan, Anda bisa membatasi pengeluaran sesuai dengan kebutuhan  sehingga tidak sampai over budget terlalu besar.

Anggaran juga bisa dirinci dengan melakukan evaluasi pengeluaran pada bulan sebelumnya. Pastikan anggaran yang keluar memiliki impact untuk usaha yang sedang Anda jalankan.

4.  Segera bayar tagihan

Saldo yang tercatat pada buku kas belum tentu sepenuhnya itu adalah profit. Ingat Anda masih memiliki tagihan bulanan yang perlu segera dibayar seperti sewa tempat, listrik, internet, air dan lainnya. Agar tidak terkena denda, usahakan membayar semua tagihan dengan tepat waktu.

5.  Pisahkan bagian kasir dan akunting

Accounting bisnis

Banyak para pelaku usaha yang memisahkan antara bagian kasir dengan akunting dalam hal manajemen keuangannya, hal ini memang wajib dilakukan. Tujuannya agar bagian kasir tidak  membuat laporan keuangan, karena potensi untuk memanipulasi data laporan keuangan sangat besar terjadi.

Kejadian ini sudah banyak contohnya, laporan keuangan yang dibuat kasir saat dilakukan audit hasilnya berbeda antara laporan dan nominalnya. Untuk itu Anda perlu memiliki seorang akunting untuk mencatat semua pemasukan dan pengeluaran dalam usaha.

6.  Pergunakan laba dengan bijak

Laba tidak harus sepenuhnya untuk bersenang-senang. Anda harus bijak dalam management keuangan terutama dalam penggunaan laba yaitu untuk mengembangkan usaha menjadi lebih besar lagi. Hal kecil yang bisa dilihat antara pengusaha sukses dan tidak adalah dalam kemampuannya mengelola keuntungan dari usahanya. Biasanya besaran laba yang ditahan adalah 70% untuk pengembangan usaha dan 30% sisanya bisa bebas Anda gunakan.

Menghabiskan semua keuntungan dari usaha memang sangat menggiurkan. Tetapi ingat, usaha Anda masih butuh modal untuk bisa berkembang kedepannya. Pergunakan keuntungan yang dimiliki secukupnya saja, sisanya alokasikan semuanya untuk pengembangan bisnis agar semakin berkembang.

7.  Putar arus kas lebih cepat

Jangan hanya berpatokan pada laporan keuangan yang menunjukan keuntungan saja, tetapi Anda perlu mengelola perputaran arus kas yang lebih cepat. Tujuannya yang pasti adalah keuntungan yang lebih besar lagi.

Anda perlu mengelola hutang, piutang dan persediaan barang. Jangan terlalu banyak menyimpan stok barang. Selain itu atur termin penjualan, usahakan termin penjualan dan pembelian memiliki waktu yang sama sehingga tidak membebani keuangan usaha.

8.  Sisihkan untuk dana darurat

Anda tidak bisa memprediksi bagaimana usaha Anda kedepannya. Untuk itu Anda perlu menyisihkan beberapa persen dari laba untuk masuk tabungan dana darurat. Nantinya dana darurat ini bisa dipergunakan untuk mengalokasikan pengeluaran yang tidak terduga.

Risk Management

Cara ini dilakukan untuk menjaga usaha Anda tetap bisa survive di tengah berbagai kondisi, seperti saat pandemi seperti ini. Jika tidak ada dana darurat, bisnis Anda akan kolaps karena tidak seimbangnya antara pemasukan dan pengeluaran.

9.  Lakukan investasi

Selain menyisihkan untuk dana darurat, Anda perlu menyisihkan sedikit keuntungan untuk investasi. Anda bisa mulai melakukan investasi pada bidang-bidang yang dianggap menguntungkan dengan nilai profit yang besar.

10.  Meminimalisir hutang

Berhutang memang tidak salah, tetapi bagi Anda yang baru memulai kegiatan usaha tidak dianjurkan untuk berhutang. Terlebih lagi usaha Anda belum jelas prospek kedepannya bagaimana. Banyak pertimbangan yang harus diperhitungkan saat melakukan hutang. Namun saat bisnis Anda sudah jelas prospek kedepannya dengan laporan arus kas yang bagus, Anda bisa berhutang untuk modal usaha.

JOGJA ONE SOLUTION – Kami hadir memberi solusi untuk kebutuhan media promosi bisnis atau usaha Anda. Grafik order dan omzet meningkat. Dapatkan website murah, desain menarik, kompleks, dan full maintenance dengan harga yang terjangkau KLIK DISINI. Atau hubungi kami di Telp (0274) 5017127 | WA : 0888 0289 8802


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat