Terapi Janin/Janin Tidak Berkembang

JANIN tidak berkembang dan janin terganggu merupakan hal yang sering menghantui ibu hamil. Kondisi itu menjadi penyebab utama keguguran. Sebagian besar terjadinya infeksi pada janin yang tidak berkembang adalah karena Toksoplasma, Rubella, Cytomegaly dan virus lainnya. Ada pula infeksi akibat bakteri ataupun kelainan kromosom yang dikarenakan adanya gangguan lingkungan misalnya makanan, rokok, alkohol.

Selain itu penyebab janin tidak berkembang karena adanya penyakit metabolik atau gangguan darah ataupun adanya gangguan pada bentuk rahim dan tumor.

Apalagi, kasus janin tak berkembang ini bisa terjadi berulang. Pengaruh konsumsi mie instan yang sering, masih mungkin menjadi penyebab janin tak berkembang. Namun, hal ini belum ada penelitian yang pasti tentang keamanan makanan dalam kemasan.

Detail Janin yang tidak berkembang adalah janin yang tidak tumbuh. Diagnosa janin yang tidak berkembang biasanya pada trimester pertama (di bawah tiga bulan) usia kehamilan. Ada juga yang telah mencapai trimester kedua tetapi biasanya pada trimester pertama sudah terlihat.

Ada dua jenis janin tidak berkembang:

1. Janin yang dari awal tidak tampak.
Hanya ada kantong kehamilan yang bahasa medisnya disebut blighted ovum (kantong kosong). Tidak tampak janin sama sekali, yang ada hanya semacam suatu rongga di dalam rahim. Pada USG akan tampak gambaran hitam, berisi cairan, dan tidak tampak bayangan calon janin sama sekali.

2. Sudah mulai tampak bayangan calon janin.
Gambarannya biasanya pipih dan kecil berada di dalam rahim. Disebut tidak berkembang kalau memang diameter dan panjang janin tidak sesuai dengan usia kehamilan. Biasanya pemeriksaan kehamilan ini dilakukan secara serial, yaitu minimal dua kali dengan jarak dua minggu. Bilamana didapatkan ukuran janin tidak bertambah atau bertambah tetapi sesuai dengan pertambahan usia kehamilan, itu yang disebut dengan janin tidak berkembang.

Penyebab Janin Tidak Berkembang

Ada beberapa penyebab janin tidak berkembang, antara lain :

* Genetik
Dari sperma atau sel telur. Dalam hal ini kualitas dan kuantitas sperma serta sel telur tidak baik sehingga saat penyatuan keduanya hasilnya tidak berkembang secara prima.

* Infeksi TORCH
Infeksi disebabkan oleh toksoplasma, rubella, CMV atau cito megalo virus, herpes simplex I dan simplex II. setelah dilakukan tes TORCH, bisa terlihat hasil yang apabila point IGG yang positif, maka ini tidak masalah karena artinya pernah terjangkit tapi jika IGM yang positif maka inilah yang harus diterapi. IGM berarti infeksi virus yang ada reaktif maka akan menyebabkan gangguan pada kehamilan sehingga perlu diterapi. sebaiknya tes ini dilakukan sebelum hamil agar tidak mengganggu kondisi ibu hamil, bila sudah hamil maka sebaiknya dilakukan terapi sepanjang kehamilan.

* ACA (anticardiolipin) atau pembekuan
akibat dari terbentuknya faktor pembekuan yang menyumbat pembuluh-pembuluh darah yang arahnya ke janin sehingga akhirnya pertumbuhan janin terhenti. Tetapi ACA ini bukan faktor keturunan dan dapat sewaktu-waktu berubah pada seseorang. Jadi begitu ada kehamilan, maka akan dianggap sebagai sesuatu yang asing yang berada di dalam tubuh sehingga terbentuk pembekuan yang akan menyumbat pembuluh darah ke arah janin yang pada akhirnya menyebabkan pertumbuhan janin pun terhenti sebab tidak adanya suplai makanan, minuman ataupun oksigen.

Penyebab ini pun harus diterapi, bahkan saat sudah normal pun masil perlu diterapi sampai bayi lahir karena ditakutkan sewaktu-waktu bisa terjadi pembekuan lagi.

Terapi Janin Tidak Berkembang

Lenny (33 tahun)

KEAJAIBAN TUHAN

BULAN februari 2006 menjadi momen yang membahagiakan sekaligus menegangkan untuk Lenny dan suaminya, Erwan Seriyanto. Saat itu, Lenny baru mengetahui dirinya sedang hamil. Dokter memperkirakan usia kandungannya sekitar enam atau tujuh minggu.

Ini tentu berita yang menggembirakan. Namun setelah diperiksa, dokter juga menemukan semacam kista dalam kandungan Lenny. “Dokter lalu menyarankan agar dikuret. Takutnya kista ini berbahaya,” kata Lenny. Tidak mau langsung percaya pada satu dokter, Lenny dan suami lalu mencari second opinion. Syukurlah mereka melakukan hal ini, karena pendapat dokter kedua ternyata berbeda 180 derajat.

“Menurut dokter kedua, yang dikandungan saya itu bukan kista, tapi janin yang tak berkembang. Jadi, saya sebenarnya mengandung anak kembar. Dokter kedua tidak menyarankan untuk kuret. Katanya nanti juga luruh sendiri,” tutur Lenny. “Saya lalu bertanya apa ada obat atau vitamin yang bisa menguatkan janin itu ? Sayangnya, dokter menjawab tidak ada.”

Lenny lalu mencoba mengonsumsi TNBB (TAHITIAN NONI® Bioactive Beverage™) Original karena diperkenalkan oleh adik iparnya. Setiap hari, selama satu bulan, ia meminum satu sendok makan TNBB per jam. Ketika memeriksakan diri kembali, dokter terkejut karena janin yang tadinya tidak berkembang kini terlihat aktif kembali. Posisi janin pun bagus. ”Kok, bisa ?” tanya dokter setengah tak percaya.

Selama kehamilan, Lenny pun meneruskan minum TNBB-nya. Kedua janin dalam kandungannya sangat aktif. Bobot tubuh Lenny pun naik 30 kilogram. Pada usia kehamilan delapan bulan, ia meminta dokter melakukan operasi caesar. “Saya tidak kuat lagi karena badan sudah terasa sangat berat. Perut besar sekali. Napas juga ngap-ngap,” kenang Lenny.

Syukurlah, Lenny melahirkan dengan lancar. Kedua putri kembarnya juga sehat. Fraya lahir berbobot 2,1 kg, sedangkan Freya 2,4 kg. Sejak mereka berusia tiga bulan, Lenny sudah membiasakan mereka untuk meminum TNBB dengan dosis satu sendok teh, dua kali sehari. Kini mereka sudah berusia sekitar empat tahun dan masih terus meminum TNBB. Setiap hari, keduanya minum 30 ml TNBB, minimal dua kali sehari.

“Anak-anak saya sehat, aktif dan daya ingatnya juga bagus. Padahal, saya tidak memberikan vaksin lengkap pada mereka. Cukup TNBB,” ucap Lenny. Pengalaman ajaib Lenny juga sering dibagikannya pada ibu-ibu lain yang memiliki masalah sama. Siapa tahu, keajaiban ini juga bisa dirasakan oleh wanita lain yang tadinya merasa menemui jalan buntu.

– – – – – – – – – – –

Yosevina Issabela

Berkat Maxidoid Akhirnya Mendapat Keturunan

Perkenalkan saya bernama Yosevina Isabella. Saya dan suami menikah pada tahun 2012 dan kami ingin segera mempunyai keturunan. Namun, sejak usia pernikahan kami berjalan 1 tahun belum ada tanda-tanda kehamilan. Kami mulai gelisah dan memutuskan untuk memeriksakan diri ke dokter. Dari hasil pemeriksaan melalui USG Transvaginal, saya dinyatakan terkena PCO (Polycystic Ovary). Melalui USG Transvaginal dapat dilihat bahwa sel telur saya banyak dan ukurannya kecil-kecil karena pada penderita PCO, jumlah hormon esterogen lebih banyak sehingga membuat sel telur tidak matang.

Salah satu pengobatannya, saya disarankan untuk menurunkan berat badan. Setelah berat badan saya turun, saya mencoba kembali untuk berobat. Dokter kemudian memberikan obat penyubur. Namun setelah saya konsumsi obat penyubur tersebut, hingga beberapa kali bolak-balik ke beberapa dokter, tanda-tanda kehamilan belum juga muncul. Dan akhirnya, saya dan suami memutuskan untuk berhenti dulu. Saya dan suami mencoba kembali dengan pengobatan herbal selama 3 bulan. Selama menjalani pengobatan herbal, siklus haid saya berjalan dengan normal karena sebelumnya haid saya cenderung tidak teratur, terkadang haid datang 3 bulan sekali.

Sampai usia pernikahan kami berusia 1,5 tahun belum juga dikaruniai anak, namun saya dan suami tetap berusaha dan berdoa. Kami pun kembali memeriksakan diri ke dokter lagi. Dokter kembali memberikan kami beberapa resep obat, salah satunya obat kesuburan hormon lagi. Saya pun mulai kembali fokus dalam pengobatan ini, selama 3 bulan lagi saya rutin berobat. Namun belum juga kelihatan tanda-tanda kehamilan.

Seiring dengan berjalannya waktu pada usia perkawinan memasuki 1 tahun 9 bulan, saya dan suami mencoba salah satu produk herbal yaitu produk Maxidoid. Maxidoid ini direkomendasikan oleh ibu saya karena beliau sudah meminum Tahitian Noni Original.

Saya dan suami mulai rutin minum Maxidoid dengan takaran 3 x 30 ml perhari. Kebetulan pada saat saya mulai minum Maxidoid, saya sedang dalam keadaan haid. Selama 1 bulan setelah kami meminum Maxidoid, saya kembali tidak mendapatkan haid. Dan saya mulai berpikir bahwa haid saya mulai tidak teratur lagi.

Akhirnya dalam kecemasan tersebut, saya memutuskan untuk berobat ke dokter lagi. Ternyata dokter memberikan kabar bahwa saya sudah positif hamil. Betapa bahagia dan gembiranya saya mendengar pernyataaan dari hasil pemeriksaaan dokter tersebut. Melalui Maxidoid, keluhan dan kecemasan untuk memperoleh anak atau keturunan teratasi.

Terima kasih Maxidoid. Sekarang saya dan suami rutin untuk meminum Maxidoid karena hasilnya luar biasa.

Terima kasih kepada Allah SWT yang telah mengabulkan doa kami. Dan saya ucapkan terima kasih buat para dokter yang membantu pemeriksaan kesehatan saya.

Semua masalah pasti ada jalan keluarnya, sama seperti semua penyakit pasti ada obatnya, asalkan kita yakin bahwa Allah SWT selalu bersama kita. Saya tetap semangat dan berfikir optimis dalam menghadapinya.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabaraqatuh.

– – – – – – – – – – –

Ratu Dewi Kartika

Toxoplasma & Rubela Di Masa Kehamilan

Berbagai manfaat kesehatan dari TNBB sudah dirasakan saya dan keluarga, mulai dari masalah alergi, vertigo, kram kaki, batuk, hingga pendarahan retinopati yang menyebabkan kebutaan pada mata orang tua saya, semua teratasi dengan TNBB.

Keragaman manfaat TNBB kembali saya rasakan ketika dokter menyatakan bahwa saya terserang penyakit Toxoplasma dan Rubela dari hasil laboratorium. Pada saat itu, saya tertegun dan terperanjat. Mengapa saya bisa terserang penyakit tersebut ? Saya cukup menghindari makanan yang tidak dimasak dengan baik, dan saya juga tidak mempunyai hewan peliharaan kecuali ikan di kolam. Jujur saja, saya sangat takut menghadapi penyakit yang tidak diharapkan oleh ibu dan banyak wanita ini.

Kecemasan semakin melanda ketika saya juga dinyatakan hamil tak lama setelah saya dideteksi menderita Toxoplasma dan Rubela. Bisa dibayangkan, hari-hari penantian perkembangan janin sayapun dibayangi oleh keraguan apakah janin saya bisa dipertahankan atau tidak. Namun, sebagai seorang yang beragama, saya terus berdoa dan memohon kepada Allah agar diberikan kebaikan atas janin yang sedang saya kandung.

Dan sebagai manusia, saya tetap berusaha mencari solusi yang terbaik untuk melindungi kehamilan saya. Karena saya sudah rutin mengonsumsi TNBB, maka dalam kondisi seperti itu, saya lebih sering dan lebih banyak lagi mengonsumsi TNBB setiap harinya. Pada usia 2 bulan, hasil tes laboratorium dari kandungan saya dinyatakan negatif oleh dokter. Walau begitu, saya tetap mengonsumsi TNBB dengan dosis yang lebih banyak daripada biasanya. Bahkan vitamin yang diberikan dokterpun terkadang tidak dikonsumsi karena saking fanatiknya dengan TNBB.

Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah, pada tanggal 11 Januari 2011, lahirlah Devon Diamond Ting Eurel Neilaka Hammad Khan Bungin, dalam kondisi sangat sehat dan sempurna fisiknya, bahkan dengan bonus cukup lebat rambutnya. Oleh dokter anak yang menolong kelahirannya, Devon Diamond Ting dinyatakan sebagai bayi yang sangat sehat.

– – – – – – – – – – –

Ruth Diah

Enam tahun yang lalu, pinggang dan perut saya mengalami sakit untuk bergerak. Dan jika sedang datang bulan, darah yang keluar sangat banyak dan lebih dari 7 hari sehingga membuat saya lemas dan agak pusing jika bangun dari tempat tidur. Selama 3 bulan, saya sulit sekali untuk beraktifi tas dan hanya bisa terbaring di tempat tidur.

Hasil pemeriksaan di dokter kandungan (SpOG) menyatakan bahwa ada tiga kista di indung telur yang sebelah kanan, 2 kista di indung telur kiri dan Myoma di dalam kandungan sebesar 10 x 10 cm. Coba bayangkan seorang wanita yang tidak hamil tetapi ada sesuatu seperti bola dalam rahimnya. Ternyata masalah tersebut yang menyebabkan sakit pada bagian perut saya karena Myoma otomatis menekan organ-organ saya lainnya. Dan waktu itu saya sangat lemas mendengarnya karena solusi satu–satunya dari dokter tersebut adalah angkat kandungan dan terapi hormon.

Saya sangat tidak siap untuk angkat kandungan. Akhirnya saya coba periksa ke dokter SPOG yang lain, baik itu di Bali, Surabaya, Singapore. Ternyata semua jawaban dokter sama, saya harus angkat kandungan hanya cara pengangkatannya saja yang berbeda. Saya tetap belum mau angkat kandungan hanya minum obat dan suntik saja. Sungguh itu kondisi yang cukup berat buat saya.

Hingga suatu hari suami saya menyarankan saya untuk memilih 2 solusi yang ada : angkat rahim atau terapi herbal. Saya dipersilahkan memilih herbal apa saja asalkan dikonsumsi secara kontinyu. Saya sempat bingung karena sangat banyak orang yang menyarankan minum ini dan itu. Akhirnya saya memilih minum Tahitian Noni®. Di saat yang sama, saya stop minum semua obat-obatan dan hanya fokus minum Tahitian Noni®.

Awalnya ketika suami saya mengantar saya ke dokter, saya akan berteriak kesakitan di mobil karena jalan yang sedikit tidak rata, padahal jalan hampir semuanya sudah di hotmix. Tetapi walau sudah di hotmix, jalanan pasti masih ada yang sedikit tidak rata. Puji Tuhan setelah minum selama sebulan saya tidak lagi kesakitan jika diantar suami ke dokter walau mobil melewati jalan yang tidak rata. Melalui USG yang dilakukan, kami bisa tahu bahwa ukuran Myoma terus mengecil dari 10 cm, 9 cm, 7.6 cm, hingga sampai 4.5 cm. Dan setelah minum Tahitian Noni® selama 3 bulan dan kontrol kembali ke dokter, kista saya hanya sisa satu di indung telur di sebelah kanan dan Myoma saya mengecil menjadi 3.5 cm.

Sampai sekarang saya masih rutin minum Tahitian Noni®. Beberapa bulan yang lalu saya periksa lagi dan Myoma saya menjadi 0.5 Cm dan kista saya tinggal 1 itupun hanya berupa cairan yang menurut dokter itu tidak berbahaya dan bisa hilang.

Saya mengucap syukur dengan kesembuhan yang Tuhan berikan melalui Tahitian Noni®, sehingga saya bisa beraktifitas seperti semula tanpa harus angkat kandungan. Sampai saat ini sudah 6 tahun dan rahim saya masih ada pada saya.

Tidak lupa saya ucapakan terima kasih buat Tahitian Noni® dengan produknya yang spektakuler.

– – – – – – – – – – –

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com