Strategi Pembuatan Konten yang Berkualitas

Strategi Pembuatan Konten yang Berkualitas

Semua strategi pembuatan konten sebenarnya bermuara pada tujuannya, yaitu traffik dan konversi. Untuk mencapainya sebaiknya dibuatkan strateginya. Strategi setiap individu pasti berbeda, anda dan sayapun berbeda. Anggap saja saya menggunakan strategi berikut. Strategi penunjang yaitu keyword dan strategi utama konten.

Strategi Penunjang Keyword

Tanpa strategi penunjang, konten sebaik apapun susah untuk mencapai tujuannya. Ambil saja dari ilmu manajemen, POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) pada prosesnya.

Planning

Riset Keyword, untuk mengetahui keyword mana yang paling potensial sesuai niche website anda, misal anda menemukan bibit buah untuk usaha website agrobinis anda.

Organizing

Apa saja kw turunannya? (menetapkan, memilih kata kunci turunan sebaiknya melalui proses riset keyword terlebih dahulu, tidak semua keyword turunan mempunyai intensitas yang baik).

  • berdasarkan jenis buah => bibit buah jambu, bibit buah jeruk, bibit buah apel
  • berdasarkan lokasi jangkauan pemasaran anda => bibit buah bandung, bibit buah cimahi, bibit buah sumedang
  • berdasarkan sifatnya => bibit buah unik, bibit buah langka, bibit buah murah
  • berdasarkan masalah => bibit buah busuk, bibit buah tidak tumbuh, masalah umum bibit buah

Actuating

Anda buat satu persatu konten / artikelnya, bisa juga menggabungkan beberapa keyword satu kategori atau beda kategori dalam sebuah artikel. Lalu dari artikel-artikel tersebut anda arahkan melalui “anchor text link” mengarah ke artikel utama, artikel dengan keyword “bibit buah”.

Alur link terserah, anda atur2 sendiri, buat skema cross link. Intinya “bagaimana membuat halaman2 posting anda saling terikat, antara post yang satu dan yang lainnya akhirnya bermuara pada keyword utama “bibit buah“.

Controlling

Setiap konten perlu dikendalikan, dalam hal ini anda bisa mengontrolnya. Tujuannya jelas agar setiap konten memperoleh posisi yang baik di hasil pencarian google. Caranya dengan mempromosikannya, share sosial media, membuat backlink relevan, membuatkan advertising, atau apapun, terserah.

Banyak pakar SEO berpendapat untuk tidak membidik keyword dengan persaingan sangat tinggi, terutama website baru. Hal ini sepenuhnya benar. Sebaiknya berfokus ke “long Tail Keyword” turunannya. Keyword turunan tersebut dimaksud sebagai penopang keyword utama, yang nantinya akan mendorong posisi keyword utama tersebut. Dengan demikian anda tetap harus memiliki konten keyword utama.

Strategi Utama Konten

Konten berkualitas adalah konten yang sangat baik dimata pengunjung, oleh karena itu google menjadikan sinyal dari pengunjung untuk peringkat hasil pencariannya. Indikator mengenai kualitas konten sudah dijelaskan di awal pembahasan diatas.

  1. Website A.com | berumur 4 bulan | memiliki artikel apel berwarna merah karena mengandung pigmen A 
  2. Website B.net | berumur 2 tahun | memiliki artikel apel berwarna merah karena takdir
  3. Website C.co.id | berumur 9 bulan | memiliki artikel apel berwarna merah karena menyesuaikan dengan alam
  4. Website D.com | berumur 4 bulan | memiliki artikel apel berwarna merah karena mengandung pigmen A serta menyesuaikan dengan alam
  5. Website E.biz | berumur 2 tahun | memiliki artikel apel berwarna merah karena mengandung pigmen A
  6. Website F.com | berumur 1 tahun | memiliki artikel apel berwarna merah karena mengadung pigmen A (keseluruhan isi artikel sama persis dengan website E.biz hasil duplikat copy paste)
  7. Website G.com | berumur 1 bulan | memiliki artikel apel berwarna merah karena mengandung pigmen A tidak terbukti, penyebab apel berwarna merah sebenarnya diakibatkan radiasi nuklir ( dengan menyertakan bukti sumber yang bisa dipercaya).

Google akan meranking urutannya seperti ini :

  1. Website G.com => memiliki artikel berkualitas yang terupdate relevan dengan keadaan sekarang
  2. Website E.biz => memiliki artikel relevan pada 2 tahun lalu serta berumur
  3. Website C.co.id => memiliki artikel relevan tetapi masih tidak cukup umur untuk melibas E.biz
  4. Website D.com => meskipun hasil copy paste tapi melakukan pengujian dan mendapatkan hubungan antara artikel E.biz dan C.co.id
  5. Website B.net => meskipun bukan hasil duplikat dan original namun artikelnya kurang berkualitas
  6. Website A.com => meskipun bukan duplikat tapi maksud isi dari artikel serupa dengan E.biz
  7. Website F.com => melakukan pekerjaan yang sia-sia bahkan suatu saat berpoensi terkena penalti dari google.

Ilustrasi ringan diatas adalah contoh yang sangat sederhana, karena google yang sebenarnya tidak sesederhana itu meranking deretan website, ada 200 san lebih kriteria, mungkin lebih lagi, google tidak pernah memberi bocoran pasti.

Kecepatan website, ukuran website, link natural, reputasi website, spaming, malware, pagerank, bounching rate, average total hit, average visitor, penalized history, bisa menjadi hal positif website untuk ditarik keatas, ataupun hal negatif yang bisa menyeret posisi website ke bawah hingga menghilang. Sebuah website dituntut jadi yang terbaik untuk ditempatkan di deretan atas mesin pencari.


Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat