Orang yg tidak fokus membuat tidak produktif

Dalam kehidupan profesional yang sibuk, seringkali kamu akan merasa kewalahan. Super sibuk, jadwal yang tidak masuk akal, dan kamu merasa kesulitan berjuang untuk bisa fokus dari segala gangguan yang kamu terima.

Kesulitan untuk fokus itu ternyata bukan sekadar fenomena lho! Orang-orang mungkin menyebut diri mereka terdistraksi. Akibatnya, mereka menghabiskan waktu kerja lebih lama untuk hasil yang kurang produktif. Padahal, sebenarnya itu disebabkan karena tanpa sadar setiap manusia itu mengidap yang namanya sindrom distraksi. Untuk mengatasinya, kamu harus lebih dulu mengidentifikasi distraksi apa sih yang paling banyak menyerangmu di kantor?

Dilansir dari buku Driven to Distraction at Work yang ditulis Edward M. Hallowel, ternyata ada enam sindrom distraksi yang bisa jadi kamu idap. Apa saja sih?

1. Screen Sucking atau terserap ke monitor.

Sindrom ini adalah kecenderunganmu kehilangan kontrol atas teknologi yang ada di sekitarmu, sehingga kamu akan merasa tertarik dan ketagihan untuk melihat monitor terus menerus. Biasanya, penyebabnya adalah sosial media atau internet.

Kalau kamu mengalami masalah ini, cobalah menyingkirkan gadgetmu selama beberapa waktu dalam sehari. Buatlah jadwal di mana gadgetmu harus mati, dan beritahukan teman-temanmu kamu tidak bisa dijangkau setiap waktu. Saat kamu bosan, cobalah membaca bacaan yang seharusnya kamu baca, jangan langsung menyalakan ponselmu. Selain itu, cobalah perbanyak pertemuan tatap muka dengan rekan kerjamu.

2. Multitasking atau mengerjakan banyak hal sekaligus.

Biasanya ini adalah sindrom yang banyak diderita para profesional yang perfeksionis. Mereka mencoba mengerjakan semuanya, banyak hal di saat yang sama. Kamu juga merasa tak bisa berkata “TIDAK” kepada orang lain. Jika kondisi ini diteruskan, kamu sendiri yang akan kewalahan dan jadi tidak bisa maksimal untuk organisasimu, keluargamu ataupun dirimu sendiri.

Kalau kamu mengalami masalah dengan sindrom ini, kamu harus belajar memahami bahwa kamu tidak akan bisa mengerjakan banyak hal sekaligus. Jika itu hal ringan, seperti mencuci piring sambil berdiskusi dengan rekan kerjamu, mungkin kamu bisa. Tapi jika kamu sedang meeting dan harus membalas email klien, kamu tidak akan bisa menghasilkan kinerja yang maksimal untuk kedua hal itu. Belajarlah mendelegasikan tugas untuk dilengkapi orang lain, dan beri ruang untuk dirimu sendiri. Belajarlah berkata tidak atau menolak proyek baru. Akuilah bahwa kamu bukan orang yang terbaik untuk tugas tertentu.

3. Idea Hopping atau tidak pernah menyelesaikan apa yang kamu mulai.

Masalah orang-orang dengan sindrom ini biasanya adalah kesulitan untuk mengerjakan satu proyek hingga tuntas karena kehilangan fokus atau minatnya. Seringkali ini terjadi pada orang yang tidak memiliki perencanaan yang baik untuk menyelesaikan tugasnya.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *