Cara Riset Keyword | Dalam membangun SEO

Cara Riset Keyword

Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah, gimana caranya melakukan riset keyword?

Nah di bawah ini adalah tutorial lengkap bagaimana cara melakukan riset keyword dengan memanfaatkan dua buah tools gratis bernama Ubersuggest dan juga Google Adwords: Keyword Planner.

Sebenarnya bisa saja hanya menggunakan Google AdWords: Keyword Planner, namun keyword yang dihasilkan kurang bervariasi. Oleh karena itu kita memerlukan bantuan dari Ubersuggest.

Fungsi dari Ubersuggest di sini adalah untuk menemukan keyword variasi dari keyword utama yang kita target. Tujuannya tentu saja untuk menemukan long tail keyword.

Selain Ubbersuggest masih ada beberapa tools lain yang serupa yang tidak kalah bagus, seperti:

  • http://keywordshitter.com
  • http://keywordtool.io
  • dll.

Tapi untuk tutorial kali ini saya hanya akan menggunakan Ubbersuggest saja.

Sedangkan tugas dari Google Adwords: Keyword Planner sendiri udah pasti untuk menganalisis jumlah pencarian dan juga tingkat persaingan pengiklan AdWords (cocok untuk yang ingin menghasilkan uang dari Google AdSense).

Bagaimana prosesnya? silakan disimak di bawah ini :

Langkah Pertama: Mencari benih keyword

Hal pertama yang perlu sobat lakukan adalah mencari benih keyword yang berhubungan dengan topik blog sobat.

Benih keyword adalah keyword yang akan kita gunakan untuk menemukan keyword-keyword yang lain atau sering disebut sebagai keyword turunan.

Umumnya benih keyword terdiri dari satu atau dua kata saja, jadi termasuk dalam kategori short tail keyword.

Untuk mencari benih keyword sobat bisa menggunakan insting. Pikirkan kira-kira kata kunci apa saja yang berhubungan dengan topik blog atau website sobat.

Misalnya jika blog sobat membahas Teknologi, maka benih keyword-nya bisa seperti:

  • Komputer
  • Software
  • Internet
  • Gadget
  • dll.

Langkah Kedua: Mencari long tail keyword

Jika sobat sudah menemukan daftar benih keyword, sekarang saatnya menggunakan benih-benih keyword tersebut untuk menemukan keyword turunan berupa long tail keyword.

Caranya…

  1. Pergi ke http://ubersuggest.org
  2. Masukan kata kunci apa saja yang menurut sobat berhubungan dengan topik blog sobat.
  • Masukan kata kunci. Dalam hal ini contohnya “Android
  • Pilih bahasa. Dalam hal ini contohnya “Indonesian
  • Klik Suggest
  1. Setelah itu akan muncul daftar keyword yang berkaitan dengan “Android
  2. Karena daftar keyword-nya masih terdiri dua sampai tiga kata saja, sobat bisa klik daftar keyword yang tampil di situ, nanti ubersuggest akan otomatis mencari daftar keyword turunan yang lain.
  3. Jika sudah, klik aja “Select All Keywords
  4. Klik “Get
  5. Copy semua keyword dan simpan di komputer sobat dalam bentuk  file .txt

Langkah Ketiga: Menganalisis Jumlah Pencarian Keyword

Langkah selanjutnya adalah menganalisis jumah pencarian di mesin pencari dari keyword-keyword yang sudah kita dapatkan dari Ubersuggest.

Hal yang paling mudah yang bisa kita lakukan adalah dengan memanfaatkan Google AdWords Keyword Planner.

Caranya:

  1. Masuk ke Google Adwords: Keyword Planner
  1. Klik “Get search volume data and trends
  2. Upload file keyword yang sudah sobat simpan sebelumnya
  3. Klik “Get search volume”
  1. Klik “Download
  2. Pilih format file .CSV dan klik Download
  3. Buka file CSV yang sudah didownload setelah itu silakan bisa dipilih-pilih mana kata kunci yang paling bagus berdasarkan jumlah pencarian yang sobat inginkan.

Perlu diketahui bahwa data-data yang ditampilkan dari Google Keywords Planner tidaklah 100% akurat. Jika di situ tertulis jumlah pencarian perbulan 1000, maka bukan jaminan blog sobat akan mendapatkan 1000 visitor perbulan jika berada di posisi 1 Google. Bisa lebih banyak dan juga bisa lebih sedikit.

Langkah Keempat: Menganalisis tingkat persaingan

Hal yang tidak kalah penting tentunya menganalisis tingkat persaingan di mesin pencari google sesusai dengan tingkat kemampuan SEO yang kita miliki. Untuk yang satu ini kita bisa melakukannya secara manual.

Mas, di Google AdWords Keyword Planner kan ada data tingkat persaingan juga, kenapa nggak pake itu aja?

Data tingkat persaingan yang ada di Google AdWords Keyword Planner adalah persaingan pengiklan di AdWords bukan persaingan di mesin pencari Google.

Untuk cara menganalisis tingkat persaingan sobat bisa memanfaatkan Extensi browser seperti SEOQuake atau MozBar.

Di bawah adalah screenshot contoh hasil pencarian dari keyword “Android Murah

Nah dengan menggunakan extensi browser seperti SEOQuake, kita bisa melihat PR, Backlink, ranking alexa, dll. dari web-web yang muncul pada SERP atau halaman hasil pencarian.

Saya bingung mas cara menentukan keyword yang persaingannya tidak terlalu sulit, gimana ya?

Sobat bisa menilai tingkat persaingan berdasarkan dari Jumlah hasil pencarian, pagerank, rangking alexa, jumlah index, dll.

Beberapa tips yang bisa saya berikan adalah :

  • Jangan pilih keyword yang memiliki jumlah hasil pencarian di atas satu juta.
  • Jangan pilih keyword yang dikuasi oleh web-web otoriatas, contohnya: Wikipedia
  • Jangan pilih keyword yang dikuasi oleh web-web dengan pagerank di atas 5
  • Jangan pilih keyword yang dikuasi oleh web-web dengan page authority dan domain authority di atas 50 (gunakan Extensi MozBar)
  • dan lain sebagainya

Langkah Kelima: Mengeksekusi Keyword

Tentu saja jika sobat sudah menemukan keyword yang pas maka langkah selanjutnya adalah mengoptimasi keyword tersebut. Bagaimana caranya? silakan bisa dibaca pada postingan saya yang satu ini.

Penutup..

Demikianlah cara riset keyword atau kata kunci paling jitu versi Mas Sugeng. Mudah-mudahan apa yang saya tulis di atas dapat memberikan manfaat buat sobat semua khususnya yang sedang belajar ngeblog sambil menghasilkan uang dari blog.

 


Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat