Cara Menjadikan Konten Page Anda Sebagai Featured Snippet

Cara Menjadikan Konten Page Anda Sebagai Featured Snippet

Featured Snippet adalah tampilan ringkasan jawaban yang ada dalam kolom cuplikan di bagian atas halaman hasil penelusuran Google (SERP). Kolom cuplikan ini berisi jawaban yang diringkas dari web page, tautan ke halaman, judul halaman, maupun URL.

Contoh Google Featured Snippet

Pernah melihat seperti gambar diatas saat anda sedang mencari suatu definisi di google? Itulah yang disebut dengan Featured Snippet. Kadang-kadang dalam kotak atau kolomnya juga bisa ditampilkan gambar, bullet lists atau tabel sederhana.

Ada banyak cara yang bisa Anda lakukan agar konten pada page di website Anda dikurasi oleh mesin penelusur Google dan dijadikan Featured Snippet. Berikut kami membahas setiap caranya agar Anda bisa langsung memperbaikinya untuk mendapat peluang Featured Snippet:

  • Anda perlu membuat struktur konten Anda sesuai dengan apa yang disukai oleh mesin penelusur semacam Google. Ini memang bukan satu-satunya perubahan yang wajib Anda lakukan pada cara penyajian konten Anda, melainkan penting untuk melewati tahap awal penyortiran Google. Jadi, Anda perlu meringkas di beberapa konten yang memungkinkan dan menyajikannya secara sistematis. Bagaimana formatnya? Format umum untuk snippet diletakkan di bagian atas, barulah kemudian menyelam lebih dalam seiring berkembangnya konten. Wartawan atau jurnalis dari media terkadang menyebut format ini sebagai struktur “piramida terbalik” . Sebenarnya secara umum format seperti ini berguna bagi pembaca juga, terutama pembaca internet yang cenderung melakukan scheming atau membaca cepat secara menyeluruh dan sekaligus. Dengan begitu, Featured Snippet akan lebih mudah dibuat oleh karena pendekatan kata kunci yang sedikit berbeda dari posting di page kebanyakan. Karena format yang begini cocok untuk dijadikan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang banyak muncul di kolom pencarian. Coba gunakan istilah 5W – 1H (Who, What, When, Where, Why and How). Dalam bahasa Indonesia berarti siapa, apa, kapan, di mana, mengapa dan bagaimana. Knowledge Graph sangat menyukai konten seperti ini sebab mudah untuk dikurasikan.

Infografik Piramida Terbalik - Dewaweb

  • Anda perlu menemukan keyword yang bagus bagi featured snippet. Tetap lakukanlah keyword research atau riset kata kunci yang tepat bagi konten Anda. Sewaktu Anda melakukan riset itu, ada beberapa hal yang perlu Anda ingat, salah satunya adalah keyword yang bervolume tinggi mendapatkan peluang featured snippet lebih besar . Bagaimana cara mengetahui kata kunci apa yang bervolume pencarian besar? Ada beberapa tool online yang bagus, silakan baca artikel kami yang berjudul Panduan Lengkap Keyword Research yang telah disebutkan sebelumnya. Lalu, query yang lebih panjang, terdiri dari enam atau beberapa kata juga lebih besar kecenderungannya untuk dijadikan snippet. Karena tujuan featured snippet ini adalah menjawab pertanyaan, keyword berupa pertanyaan eksplisit seperti yang sempat kami bahas sebelumnya 5W -1H pastinya punya peluang besar dijadikan snippet . Tapi jangan mengabaikan pertanyaan tersirat dengan kata-kata semacam “biaya”, “cara” serta kata-kata yang bersifat kata kerja seperti “menjadi”, “melakukan”, “mendapatkan”, “membuat”, “membentuk” atau “memasak”. Pertanyaan tersirat juga mencakup penelusuran yang berdasarkan persyaratan tertentu lainnya, cobalah cari tahu lebih dalam soal itu di referensi lain.
  • Pastikan setiap laman di situs Anda memiliki judul yang ditentukan di tag <title>. Jika Anda memiliki situs yang besar dan khawatir lupa memberi judul di suatu bagian, laman saran HTML di Search Console mencatat tag <title> yang tidak ada atau berpotensi menimbulkan masalah di situs.
  • Berhati-hatilah agar Anda secara tak langsung tidak melarang mesin penelusur untuk melakukan crawl pada halaman Anda. Bila Anda menggunakan protokol robots.txt di situs Anda, Google berhenti melakukan crawl pada halaman (namun protokol itu mungkin tidak selalu mencegah halaman Anda diindeks). Contohnya, Google mungkin mengindeks halaman Anda jika halaman berhasil ditemukan sehabis mengikuti tautan atau link yang diarahkan dari situs orang lain. Untuk menampilkannya di hasil penelusuran, Google perlu menampilkan judul atau sejenisnya. Itu bisa jadi penyebab Google tidak dapat mengakses setiap konten halaman Anda, Google hanya akan mengandalkan konten di luar halaman seperti teks tautan dari situs lain tersebut.
  • Sertakan fakta yang ditandai dengan jelas dalam deskripsi yang Anda buat. Deskripsi meta tidak harus dalam format yang berupa kalimat; data terstruktur tentang halaman juga bisa jadi sangat tepat untuk dimasukkan dalam deskripsi meta. Misalnya, informasi penulis, tanggal publikasi, atau subjudul yang tercantum pada berita umumnya atau entri blog Anda. Hal ini dapat memberikan informasi yang sangat relevan, yang memungkinkan konten Anda untuk ditampilkan sebagai featured snippet. Selain itu, halaman produk juga sebaiknya memberikan informasi kunci sebagai berikut: harga, usia, produsen (deskripsi seperti ini yang tersebar di seluruh halaman website e-commerce Anda). Deskripsi meta yang baik dapat mencakup semua data ini.
  • Buatlah kalimat-kalimat pertanyaan secara langsung pada konten Anda. Coba selipkan kalimat yang mengandung tanda tanya mengapa dan bagaimana, yang sebenarnya paling banyak peluangnya untuk dijadikan featured snippet unggulan. Mengapa? Soalnya kata kata itu mengandung jawaban yang agak susah dijawab tak seperti factoid sederhana pada umumnya, namun masih bisa dijadikan featured snippet. Selain itu, dengan dua kata tanya itu Anda juga jadi lebih mudah mengembangkan konten hingga memenuhi kualitas konten yang disukai Google yaitu minimal 1500 kata panjangnya. Pertanyaan sering membutuhkan jawaban yang lebih mendalam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *