Salam sukses,…….

Mungkin di pagi ini saya menuliskan artikel ini untuk para masyarakat yang hobi dengan arisan, baik arisan mobil, rumah dan motor. sudah banyak kejadian di kota-kota yang membuka arisan, tetapi sesuai kenyataannya, tidak terealiasi sesuai harapan konsumen. Mungkin di luar sana si marketing tersebut di depan mengatakan apa di awal bagi konsumennya, ternyata setelah mengikuti arisan dan mendapatkan gilirannya. Alhasil apa yang di dapat tidak sesuai harapan si konsumen. Mungkin dengan kejadian si konsumen menang arisan dengan sistem lelang, mobil yang diharapkan tidak segera turun. Dengan alasan macem-macem, padahal konsumen sudah melakukan kewajibannya membayar sebagai peserta arisan. Dan saya dengar dari berbagai kalangan dan kenyataannya. Temen saya sendiri mendapatkan arisan. Tapi mobil yang di harapkan tidak kunjung datang. Kalau temen saya saja mobil tidak turun 3 bulan setelah menang arisan, bagaimana peserta arisan lain yang menang di bulan berikutnya. Logika nya peserta pemenang akan semakin menumpuk dengan janji-janji yang tak pasti..

Mungkin kalau kita bisa melihat di Yogyakarta sini, banyak sekali yang mengadakan arisan mobil, maka kita sebagai konsumen yang cerdas harus waspada, harus melihat legalitas, dan apakah perusahaan tersebut sudah ada ijin dan sebagainya,..

Atau kita sebelum mengikuti arisan tersebut kita tanya kepada konsumen-konsumen yang sudah pernah mengikuti sebelumnya. Saya rasa banyak kekecewaan pada peserta sebelumnya. Kalau secara pribadi saya dari pada ikut arisan mobil yang belum jelas dapatnya sampai berbulan-bulan. Mending kita ke perusahaan leasing atau Bank sekaligus. Bahwa Bank sekarang mempunyai program-program kepemilikan mobil. Angsuran kecil dan bunga ringan,

Mungkin sekian dari saya, harapan saya jangan sampai di PHP, heee dan pada akhirnya impian kita ditengah jalan untuk mendapatkan mobil sia-sia….

Contoh yang sudah terjadi :

Arisan online kembali menimbulkan korban. Kali ini arisan online yang dikelola PT Kubah Dunia Sukses (KDS) yang beralamat di Perumahan Permata Jingga blok VI C/26 Kota Malang, Jatim.

Sebanyak 1.569 orang menjadi korban arisan online. Sebagian dari korban lapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jatim di Surabaya, Senin (26/10/2015) sore.

Mewakili para korban, Entras Wahju Djatmiko menyatakan, korban arisan online tidak hanya berasal dari Surabaya dan Malang. Banyak korban yang berasal dari kabupaten/kota lain di Jatim.

Ada tiga orang yang menjadi terlapor dalam kasus arisan online ini Slamet Riyadi (Direktur Utama), Rizal Gumirang (Direktur Keuangan), dan Dedy Ramayanta (Direktur Operasional).

Korban menilai tiga orang ini yang bertanggungjawab terhadap pengelolaan PT KDS. “Modusnya arisan mobil secara online,” kata Wahju.

Menurutnya, arisan ini ditawarkan melalui Facebook dan komunitas bisnis online. Ketiga terlapor itu menawarkan cara mudah mendapat moil dan motor dengan cara mudah, murah, dan cepat.

Setiap peserta diminta membayar uang muka sebelum ikut arisan. Untuk ikut arisan mobil, peserta harus membayar uang muka sebesar Rp 10 juta.

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com