Artikel Berkualitas Mempengaruhi Kualitas Website

Artikel Berkualitas Mempengaruhi Kualitas Website

Kualitas website juga di pengaruhi oleh kualitas artikel. Maka dari itu, agar terciptanya webiste yang bagus dan berkualitas kita harus membuat artikel yang berkualitas juga. Nah, mungkin yang menjadi masalah kita adalah bagaimana cara membuat artikel berkualitas? Berikut adalah tips membuat artikel berkualitas :

Perhatikan Cara Penulisan Salesletter

Salesletter yang saya maksud disini adalah rangkaian kata yang digunakan oleh jasa penulisan artikel dalam menawarkan jasanya. Salesletter jasa penulisan artikel biasanya meliputi harga yang ditawarkan per artikel (dan jumlah kata), apa yang akan didapatkan calon pembeli, dan bagaimana cara melakukan order.

Jika salesletternya belepotan, tanda baca salah disana sini, penggunaan huruf besar/kecil tidak pada tempatnya, maka Anda patut meragukan jasa ini.

Logikanya, jika menulis salesletter yang rapi saja mereka tidak bisa, bagaimana calon pembeli bisa yakin artikel yang akan dihasilkan berkualitas ?

Ini seperti seekor kura-kura mengajari siput cara lari cepat. Gak nyambung kan ?

meme kura-kura dan siput

Biasanya jika saya menemui hal seperti ini, langsung saya skip dan lanjut ke jasa penulis artikel yang lain.

Cek Apa Yang Ditawarkan di Salesletter

3 hal yang paling sering ditawarkan penulis artikel adalah :

  • Artikel unik (tidak duplicate content)
  • Artikel enak dibaca, mudah dipahami (human-friendly)
  • Artikel SEO Friendly & support LSI (Latent Semantic Indexing)

Dan memang, menurut saya 3 kriteria diatas harus ada didalam artikel, terutama jika artikel tersebut ditujukan untuk keperluan SEO.

Jika salah satu dari 3 kriteria diatas tidak ada, biasanya juga langsung saya skip.

Cek Keunikan Artikel

Cara mengecek keunikan artikel bisa dengan service premium seperti Copyscape, kalau yang gratisan bisa pakai Smallseotools, atau manual menggunakan Google Search.

Tapi, unik saja tidak cukup. Karena ternyata, membuat konten unik dari artikel yang sudah ada (copas) tidaklah sulit.

Pertama, Anda bisa coba translate sebuah artikel dari bahasa Indonesia > Inggris > Prancis > Jerman > Inggris > kembali ke bahasa Indonesia lagi. Dengan melewati 4 proses terjemahan diatas, biasanya artikel sudah kelihatan unik jika dicek menggunakan tools-tools diatas.

Kedua, Anda bisa membolak-balik paragraf dan kalimat dari sebuah artikel kemudian memberikan tambahan kata sambung seperti dan, serta, oleh, yang dsb ditempat-tempat yang memungkinkan. Kemudian, menghapus kata-kata yang kurang perlu. Dengan cara ini artikel kemungkinan besar juga akan kelihatan unik.

Tapi bagaimana dengan LSI dan human-friendly nya? Untuk LSI mungkin ada beberapa yang tampil, tapi untuk human-friendly bisa dikatakan hampir tidak ada. Baik cara 1 atau cara 2 diatas akan membuat artikel terbaca sedikit aneh, berbelit-belit dan susah dimengerti maksud tujuanya.

Jadi, unik saja masih belum cukup. Artikel juga harus memenuhi kriteria lain yang akan saya jelaskan di bab selanjutnya dibawah ini.

Cek Kualitas Artikel (Human-Friendly)

Setelah mengecek keunikan artikel, Anda juga harus mengecek kualitas artikel tersebut dari segi pembaca. Apakah bahasa artikel mudah dipahami, topik bahasan jelas (tidak beputar-berputar), tidak memaksakan penggunaan keyword dalam artikel, pemakaian tanda baca dan penempatan kata sudah benar, dsb.

Intinya bayangkan calon pembaca yang akan membaca artikel tersebut, apakah mereka akan merasa nyaman membacanya dari awal sampai akhir atau malah sakit mata dan ingin segera menutup halaman artikel tersebut.

Dengan algoritma Google terbaru yang memberi nilai lebih pada UX (user experience), artikel yang human-friendly penjadi poin yang tidak bisa ditawar-tawar.

Cek Kualitas Artikel (SEO-Friendly)

Kemudian, cek juga kualitas artikel dari segi SEO (Search Engine Optimization).

Rata-rata penulis artikel mengklaim jasa artikel mereka sudah SEO-Friendly. Disini kita harus teliti, karena pengertian SEO bisa sangat berbeda-beda tergantung orangnya.

Ada yang menganggap artikel sudah SEO friendly jika ada keyword utama di awal kalimat, ditengah-tengah paragraf dan diakhir tulisan. Ada yang menganggap artikel itu SEO friendly jika tiap keyword di bold (cetak tebal), underline (garis bawah) dan italic (huruf miring). Ada juga yang menganggap artikel SEO Friendly itu jika keyword density nya sekian persen dari keseluruhan artikel. Dan yang menurut saya agak konyol, ada yang menganggap artikel itu SEO-Friendly jika memberi linkback (link balik) ke artikel itu sendiri.

penulisan seo jadul

Jika ingin mengklaim jasa artikelnya SEO Friendly, ada baiknya jika yang bersangkutan menggali dan meng-update informasi tentang tata-cara penulisan yang memang benar-benar SEO Friendly. Karena cara-cara diatas adalah cara-cara jadul yang sudah ketinggalan jaman dan malah bisa berakibat buruk jika penggunaannya berlebihan.

Kadang ada juga yang berbekal “katanya”, karena malas mencari informasi sendiri maka dia ikut-ikutan yang orang lain lakukan. Padahal yang dia ikuti juga belum tentu mengerti apa yang sedang dilakukan.

Banyak juga penulis artikel yang mengklaim jasanya support LSI, padahal yang dilakukan hanya mengulang-ulang keyword dan variasinya (long tail keyword). Mungkin mereka masih bingung perbedaan diantara keduanya.

Jika Anda juga masih bingung dengan perbedaan 2 istilah ini, berikut saya jelaskan deskripsi sederhananya.

LSI : kata-kata yang masih mempunyai hubungan dengan keyword utama/topik bahasan.

Contoh
Keyword utama : Cara menulis artikel
LSI : tips, panduan, tutorial, tulisan, membaca, kalimat, paragraf, tanda baca, naskah, konten, buku, makalah, majalah, koran dsb.

Long Tail Keyword : kata-kata turunan (versi panjang) dari keyword utama

Contoh :
Keyword utama : Cara menulis artikel
Long Tail Keyword : Cara menulis artikel ilmiah, Cara menulis artikel di koran, Cara menulis artikel di blog, Cara menulis artikel SEO Friendly, dsb.

Semoga dengan melihat contoh diatas Anda sudah mengerti perbedaannya.

Jika Anda merasa jasa langganan tidak mampu menyajikan konten dengan cukup LSI tapi Anda masih tetap mau memakai jasanya, mungkin karena harganya murah, masih teman dekat dsb, maka saya sarankan jangan order versi artikel SEO nya. Bilang saja Anda ingin artikel yang natural, tidak perlu SEO-SEOan.

Biasanya dengan begitu tulisan malah bisa lebih bagus dan istilah-istilah yang berkaitan dengan topik bahasan bisa masuk dengan sendirinya, karena tidak dibatasi oleh aturan-aturan keyword yang membuat sang penulis jadi kehilangan kreativitas.

Dari situ nanti Anda bisa edit sedikit-sedikit penempatan keywordnya sampai dirasa cukup SEO-Friendly.

Bekerja Dengan Team vs Single Fighter

Dan terakhir, cek apakah jasa tersebut menggunakan team atau bekerja sendiri.

Menurut saya penulis artikel yang bekerja sendiri (single fighter) relatif lebih recommended daripada mereka yang bekerja secara tim.

Alasan utamanya karena single fighter bekerja sendiri, sehingga ketika order berkali-kalipun kualitas dan gaya bahasa artikel relatif sama. Sedangkan mereka yang bekerja secara tim biasanya meng-hire orang lain, sehingga dari kualitas dan gaya bahasa pun antara artikel yang satu dengan yang lain bisa berbeda-beda.

JOGJA ONE SOLUTION – KURSUS BISNIS ONLINE JOGJA | JASA PROMOSI JOGJA | JASA PEMBUATAN WEBSITE JOGJA | INTERNET MARKETING JOGJA | JASA SEO JOGJA | AHLI WEBSITE | PELATIHAN INTERNET MARKETING | SOFTWARE APLIKASI JOGJA | JASA SOFTWARE JOGJA Kami hadir memberi solusi untuk kebutuhan media promosi bisnis atau usaha Anda. Grafik order dan omzet meningkat. Dapatkan website murah, desain menarik, kompleks, dan full maintenance dengan harga yang terjangkau KLIK DISINI. Atau hubungi kami di Telp (0274) 5017127 | WA : 0888 0289 8802


Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat